Apa Itu Ramadan? Kenapa Muslim Berpuasa dan Apa Maknanya
Ramadan adalah bulan terpenting dalam kalender Islam. Inilah penjelasan tentang Ramadan, kenapa Muslim berpuasa, bagaimana puasa dijalankan, dan apa yang terjadi saat Ramadan berakhir.
Oleh Benjamin · · 6 menit baca
Ramadan Lebih dari Sekadar Puasa
Kalau kamu pernah mendengar kata Ramadan, kemungkinan besar kamu langsung teringat puasa. Dan memang, puasa adalah bagian utamanya. Tapi Ramadan jauh lebih besar dari sekadar tidak makan. Ramadan adalah bulan paling suci dalam kalender Islam: waktu untuk memperbarui iman, merenung dalam-dalam, berkumpul, bermurah hati, dan mendekatkan diri kepada Allah. Bagi lebih dari 1,8 miliar Muslim di seluruh dunia, Ramadan adalah puncak spiritual sepanjang tahun.
Mungkin kamu Muslim baru yang sedang bersiap menyambut Ramadan pertamamu, atau kamu penasaran apa yang dilakukan teman dan tetangga Muslimmu. Apa pun alasannya, inilah penjelasan tentang Ramadan dan maknanya. Kalau kamu sendiri bersiap untuk berpuasa, panduan puasa untuk pemula kami membahas sisi praktisnya.
Kapan Ramadan? Memahami Kalender Hijriah
Ramadan adalah bulan kesembilan dalam kalender Islam (Hijriah). Berbeda dengan kalender Masehi yang dipakai sebagian besar dunia sehari-hari, kalender Islam berdasarkan peredaran bulan. Artinya, setiap bulan dimulai saat hilal (bulan sabit pertama) terlihat. Satu bulan Hijriah panjangnya sekitar 29 atau 30 hari, dan satu tahun Hijriah kira-kira 10 sampai 11 hari lebih pendek dari tahun Masehi.
Itulah sebabnya Ramadan tidak jatuh di tanggal yang sama setiap tahun dalam kalender Masehi. Ramadan maju sekitar 10 sampai 11 hari setiap tahun. Dalam kurun sekitar 33 tahun, Ramadan melewati semua musim, kadang jatuh di hari-hari musim panas yang panjang dan terik, kadang di hari-hari musim dingin yang lebih pendek dan sejuk. Artinya setiap Muslim, di mana pun tinggalnya, pada akhirnya akan merasakan puasa dalam kondisi paling ringan sekaligus paling berat.
Pada 2026, Ramadan diperkirakan dimulai sekitar akhir Februari atau awal Maret, tergantung rukyatul hilal di daerahmu. Tanggal pastinya biasanya ditetapkan oleh otoritas keagamaan setempat setelah hilal terlihat.
Kenapa Muslim Berpuasa?
Puasa Ramadan adalah salah satu dari lima rukun Islam, jadi hukumnya wajib bagi setiap Muslim dewasa yang mampu secara fisik dan mental. Tapi alasannya jauh melampaui sekadar kewajiban. Puasa punya banyak tujuan yang sangat bermakna.
Taat kepada Allah
Pada dasarnya, Muslim berpuasa karena Allah memerintahkannya. Al-Quran menyatakan dengan jelas bahwa puasa diwajibkan atas orang-orang beriman, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum mereka. Bagi Muslim, taat kepada Allah adalah wujud cinta dan kepercayaan, bukan sekadar mengikuti aturan. Saat berpuasa, kamu mengatakan lewat perbuatanmu: aku memilih tunduk kepada-Mu, bahkan saat itu berat.
Menumbuhkan Takwa
Al-Quran menyebutkan bahwa puasa diwajibkan agar orang-orang beriman menjadi bertakwa. Takwa sering diartikan sebagai kesadaran akan Allah, selalu ingat kepada-Nya, atau kesalehan. Takwa berarti hidup dengan kesadaran bahwa Allah selalu melihatmu dan bahwa pilihan-pilihanmu itu penting. Saat kamu berpuasa dan tidak ada yang melihat, tidak ada yang akan tahu kalau kamu minum seteguk air. Tapi kamu memilih untuk tidak melakukannya, karena puasamu adalah urusan antara kamu dan Allah. Disiplin pribadi seperti itu menguatkan kesadaranmu akan Allah di setiap bagian hidupmu.
Rasa Syukur dan Empati
Tidak makan dan minum seharian membuatmu sangat sadar akan hal-hal yang biasanya kamu anggap biasa. Tegukan air pertama saat matahari terbenam menjadi salah satu nikmat paling terasa yang bisa kamu bayangkan. Puasa juga menghubungkan perasaanmu dengan orang-orang yang kelaparan bukan karena pilihan, tapi karena keadaan, dan inilah salah satu alasan sedekah meningkat sangat banyak selama Ramadan.
Disiplin Diri dan Meninggalkan Kebiasaan Buruk
Puasa melatih kekuatan tekadmu. Kalau kamu bisa dengan sukarela menahan makan dan minum dari fajar sampai matahari terbenam selama 30 hari, kamu bisa menerapkan disiplin yang sama di bidang lain dalam hidupmu. Banyak Muslim memakai Ramadan sebagai waktu untuk berhenti merokok, mengurangi waktu di depan layar, berhenti bergosip, atau membangun kebiasaan yang lebih baik. Bulan ini menjadi tombol reset untuk tubuh sekaligus jiwa.
Seperti Apa Satu Hari Berpuasa?
Satu hari biasa di bulan Ramadan punya irama yang dibangun di sekitar dua momen penting: makan sebelum fajar dan makan saat matahari terbenam.
- Sahur: Kamu bangun sebelum fajar untuk makan makanan yang bergizi dan minum air. Begitu masuk waktu Subuh, makan dan minum dihentikan.
- Waktu berpuasa: Dari fajar sampai matahari terbenam, kamu menahan diri dari makan, minum, merokok, dan hubungan suami istri. Kamu menjalani hari seperti biasa (bekerja, belajar, mengurus keluarga) sambil tetap berpuasa.
- Berbuka (iftar): Saat matahari terbenam, ketika masuk waktu Maghrib, kamu berbuka puasa. Mengikuti sunnah Nabi Muhammad ﷺ, banyak Muslim berbuka dengan kurma dan air sebelum sholat, lalu makan besar sesudahnya.
Selain menahan lapar dan haus, Muslim juga dianjurkan untuk lebih menjaga perilaku selama Ramadan. Artinya menghindari gosip, marah, ketidakjujuran, dan kata-kata yang menyakitkan. Nabi Muhammad ﷺ mengajarkan bahwa kalau ada yang memancing emosimu saat berpuasa, cukup katakan bahwa kamu sedang berpuasa lalu pergi. Puasa bukan hanya urusan tubuh, tapi juga memperbaiki seluruh diri.
Kebersamaan dan Persaudaraan
Salah satu hal paling indah dari Ramadan adalah rasa kebersamaan yang muncul. Muslim di seluruh dunia berpuasa bersama, sholat bersama, dan berbuka bersama. Masjid-masjid mengadakan sholat malam yang disebut tarawih, yaitu sholat tambahan yang dikerjakan berjamaah selama Ramadan. Banyak masjid juga mengadakan buka puasa bersama yang besar, tempat semua orang, kaya dan miskin, tua dan muda, Muslim lama dan mualaf, duduk berdampingan dan makan bersama.
Keluarga berkumpul selama Ramadan dengan suasana yang mirip musim liburan di tradisi lain. Orang memasak hidangan khusus, mengunjungi kerabat, dan berusaha mempererat hubungan. Bagi Muslim baru, Ramadan bisa menjadi waktu yang sangat baik untuk terhubung dengan komunitas dan merasa menjadi bagian darinya.
Apa Itu Idul Fitri?
Idul Fitri adalah hari raya yang menandai berakhirnya Ramadan. Kata Id berarti hari raya, dan Fitri berarti berbuka (tidak lagi berpuasa). Setelah sebulan penuh berpuasa, sholat, dan bersungguh-sungguh beribadah, Muslim merayakannya dengan gembira, bersyukur, dan berkumpul bersama.
Pada pagi Idul Fitri, Muslim mengenakan pakaian terbaiknya, menghadiri sholat Id berjamaah (biasanya di lapangan terbuka atau masjid), lalu menghabiskan hari dengan mengunjungi keluarga dan teman, bertukar hadiah, dan menikmati hidangan lebaran. Ini hari penuh kebahagiaan dan rasa syukur: syukur karena sudah menyelesaikan puasa, atas pertumbuhan iman selama sebulan, dan atas nikmat dalam hidupmu.
Sebelum sholat Id, Muslim mengeluarkan sedekah khusus yang disebut zakat fitrah, supaya orang-orang yang kurang mampu juga bisa ikut merayakan. Biasanya berupa sedikit makanan pokok atau uang senilai itu, dikeluarkan untuk setiap anggota keluarga.
Salah Paham yang Sering Muncul tentang Ramadan
Ada beberapa salah paham tentang Ramadan yang sering muncul, terutama di kalangan orang yang belum pernah mengalaminya sendiri.
- "Muslim tidak boleh makan atau minum apa pun selama sebulan penuh.": Tidak benar. Puasa berlangsung dari fajar sampai matahari terbenam setiap hari. Muslim makan sebelum fajar (sahur) dan setelah matahari terbenam (berbuka) setiap hari. Tidak ada yang tidak makan selama 30 hari.
- "Puasa itu tidak sehat.": Bagi kebanyakan orang dewasa yang sehat, puasa Ramadan aman. Siapa pun yang kesehatannya akan terganggu karena berpuasa diberi keringanan, dan sebaiknya berkonsultasi dengan dokternya.
- "Menelan ludah sendiri pun tidak boleh.": Ini keliru. Menelan ludah sendiri tidak membatalkan puasa. Puasa batal karena sengaja makan, minum, atau merokok.
- "Ramadan hanya soal tidak makan.": Menahan diri dari makan memang bagian yang paling terlihat, tapi pada dasarnya Ramadan adalah tentang pertumbuhan iman, takwa, sedekah, kebersamaan, dan memperbaiki diri. Puasa secara fisik adalah sarananya, bukan tujuan akhirnya.
- "Non-Muslim juga harus berpuasa kalau berada di sekitar Muslim.": Sama sekali tidak. Non-Muslim tidak diharapkan berpuasa. Tapi menjaga perasaan dan tidak makan secara mencolok di depan orang yang sedang berpuasa adalah sikap yang baik dan penuh perhatian.
Ramadan Adalah Sebuah Undangan
Pada intinya, Ramadan adalah undangan: undangan untuk melambat, melihat ke dalam diri, dan kembali terhubung dengan hal yang paling penting. Bagi Muslim, Ramadan adalah bulan yang menata ulang hati, menguatkan iman, dan mempererat hubungan dengan Allah dan sesama. Memang berat, tapi Ramadan juga salah satu pengalaman paling berharga dan paling dicintai dalam hidup seorang Muslim.
Kalau kamu Muslim baru dan ini Ramadan pertamamu, ketahuilah bahwa kamu tidak harus sempurna. Setiap usaha yang tulus itu berarti, dan komunitas ada untuk mendukungmu. Kalau kamu mencari cara yang lembut untuk bersiap (belajar sholat, memahami irama harian, dan membangun rasa percaya diri), Revertly dibuat untuk menemanimu langkah demi langkah. Kamu tidak harus memahami semuanya sendirian.
Belajar sholat, langkah demi langkah
Revertly membawa Muslim baru dari wudhu sampai sholat yang lengkap dalam tujuh hari.