Pacar Bule Mau Masuk Islam Sebelum Menikah: Panduan untuk Kalian Berdua

Perempuan Muslim, pacar bule yang belum Muslim, dan pernikahan yang belum bisa terjadi sebelum dia masuk Islam. Apa saja yang perlu dilakukan, cara kerjanya di Indonesia, apa yang perlu dia pelajari dulu, dan cara menjalaninya tanpa tekanan. Ditulis oleh mualaf yang menikah dengan perempuan Indonesia.

Jawaban singkat

Dia menjadi Muslim dengan mengucapkan syahadat secara tulus: "Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah." Tidak ada ujian, tidak ada biaya, dan tidak ada masa tunggu, tapi ini harus pilihannya sendiri, karena Islam tidak menerima keimanan yang dipaksakan. Untuk urusan administrasi pernikahan, terutama di Indonesia, biasanya dia mengucapkan syahadat lagi di depan saksi di masjid atau KUA dan mendapatkan sertifikat mualaf sebelum akad nikah.

Oleh Benjamin · · 6 menit baca

Aku Ben. Aku yang membuat Revertly, dan aku sendiri seorang mualaf. Aku juga menikah dengan perempuan Indonesia. Jadi situasi di tulisan ini bukan sesuatu yang cuma aku baca. Aku menjalaninya sendiri: pertanyaan dari keluarga di kedua pihak, urusan berkas, dan sholat-sholat pertama yang masih kaku.

Kalau kamu perempuan Muslim yang punya pacar non-Muslim, atau kamu pasangan yang sedang mempertimbangkan Islam, tulisan ini untuk kalian berdua. Isinya: apa yang benar-benar harus terjadi, cara kerjanya di Indonesia, apa yang perlu dia pelajari dulu, dan cara melewatinya tanpa tekanan yang merusak sesuatu yang baik.

Pertama, bagian yang jujur: ini harus pilihannya sendiri

Al-Quran mengatakannya dengan jelas: “Tidak ada paksaan dalam agama” (QS. Al-Baqarah 2:256). Tidak ada orang yang bisa dipaksa menjadi Muslim. Syahadat yang diucapkan hanya supaya bisa menikah, tanpa ada apa-apa di baliknya, tidak menolong siapa pun, apalagi pernikahannya.

Bukan berarti cinta itu alasan yang buruk untuk memulai. Banyak mualaf pertama kali membuka buku tentang Islam karena seseorang. Belajar Islam karena kamu mencintai seseorang itu wajar dan baik. Tujuannya, di suatu titik, Islam menjadi miliknya sendiri. Dia sholat karena ingin menghadap Allah, bukan karena kamu sedang memperhatikan.

Tekanan justru melawan tujuan ini. Kalau dia merasa didorong, dia mungkin mengucapkan kalimatnya lalu diam-diam merasa terpaksa. Kalau dia merasa bebas, dia bisa benar-benar melihat Islam dengan mata terbuka. Versi itulah yang bertahan lama.

Kenapa ini penting untuk pernikahan

Menurut pandangan arus utama dalam hukum Islam, perempuan Muslim menikah dengan laki-laki Muslim. Dasarnya dari Al-Quran (2:221 dan 60:10), dan ini pendapat keempat mazhab Sunni. Laki-laki Muslim boleh menikahi perempuan Nasrani atau Yahudi dengan syarat tertentu, tapi tidak sebaliknya. Di Indonesia, MUI bahkan memfatwakan bahwa pernikahan beda agama tidak sah dalam kedua arah.

Bagi kamu, ini bukan sekadar adat atau orang tua yang terlalu ketat. Kalau kamu peduli pada imanmu, kamu tidak bisa punya akad nikah yang sah dengan laki-laki yang bukan Muslim. Menjelaskan ini sejak awal mencegah banyak luka. Dia tidak sedang diuji atau ditolak. Aturan ini memang bagian dari apa yang kamu yakini.

Cara kerjanya di Indonesia

Undang-Undang Perkawinan (UU No. 1 Tahun 1974) menyatakan bahwa perkawinan sah apabila dilakukan menurut hukum agama masing-masing. Dalam praktiknya, pasangan beda agama umumnya tidak bisa mencatatkan pernikahan. Selama bertahun-tahun, sebagian pengadilan negeri masih mengabulkan pencatatan pernikahan beda agama. Pada Juli 2023, Mahkamah Agung menerbitkan Surat Edaran, SEMA No. 2 Tahun 2023, yang meminta hakim tidak mengabulkan permohonan tersebut.

Jadi untuk perempuan Muslim dan pacar bule, jalurnya biasanya seperti ini:

  1. Dia mengucapkan syahadat, biasanya di masjid di depan imam atau ustadz dan dua orang saksi.
  2. Dia mendapat sertifikat mualaf (sering disebut sertifikat mualaf atau surat keterangan mualaf). Banyak masjid besar mengeluarkannya, dan di beberapa tempat prosesnya lewat MUI atau KUA setempat.
  3. Kalian mendaftarkan pernikahan di KUA, yang mengurus pernikahan antara sesama Muslim. Dia perlu paspor dan sertifikat mualaf, dan WNA biasanya juga diminta surat dari kedutaan negaranya.
  4. Akad nikah berlangsung seperti biasa, dengan wali kamu dan para saksi.

Prosedur, daftar berkas, dan lama prosesnya berbeda di tiap daerah dan bisa berubah. Datanglah ke KUA di kecamatanmu sejak awal dan tanyakan daftar terbaru. Kalau kalian menikah di luar Indonesia, tanyakan ke masjid setempat dan KBRI di sana apa saja yang dibutuhkan.

Syahadat itu sendiri

Kalimatnya pendek. Mengucapkannya tidak sampai satu menit, dan dia bisa menghafalnya dalam satu malam.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

Asyhadu an laa ilaaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan rasulullah.

“Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”

Di hadapan Allah, saksi bukan syarat. Syahadat yang tulus, diucapkan sendirian di kamar yang sepi, tetap sah. Saksi penting untuk sertifikat dan berkas pernikahan, karena itu kebanyakan laki-laki dalam situasi ini bersyahadat di masjid. Panduan kami cara masuk Islam menjelaskan maknanya lebih lengkap.

Satu tips dari pengalaman: biarkan dia bertemu imamnya sebelum hari H. Ngopi sebentar dan kesempatan bertanya bisa mengubah upacara yang menegangkan menjadi kenangan yang baik.

Setelah syahadat: apa yang benar-benar dia butuhkan dulu

Mualaf sering langsung diberi daftar lima puluh hal. Sebagian besar bisa menunggu. Bulan pertama itu soal satu hal: sholat.

Pelajari sekarang

  • Mandi wajib (ghusl). Mandi besar setelah masuk Islam. Mazhab Hanbali menganggapnya wajib, mazhab lain menganggapnya sunnah dalam kebanyakan kasus. Dalam praktiknya, lakukan saja. Ini cara mandi wajib setelah syahadat.
  • Wudhu. Bersuci sebelum sholat. Belajarnya cuma beberapa menit. Lihat cara berwudhu.
  • Sholat lima waktu. Mulai dari Subuh yang dua rakaat, lalu bertahap. Lihat cara sholat.
  • Al-Fatihah. Dibaca di setiap rakaat. Selama dia masih menghafalnya, ada keringanan untuk pemula: baca cara sholat sebelum hafal Al-Fatihah.

Bisa menunggu

  • Surah-surah panjang, sholat sunnah tambahan, dan tata bahasa Arab
  • Perdebatan antar mazhab dan debat di internet
  • Mengganti cara berpakaian, nama, atau seluruh lingkar pertemanannya dalam semalam

Bulan pertama yang realistis

  • Minggu 1: mandi wajib, wudhu, dan Subuh. Sholat semampunya, dengan teks di depannya kalau perlu.
  • Minggu 2: tambah Maghrib, lalu sholat yang lain. Mulai menghafal Al-Fatihah, satu ayat sehari.
  • Minggu 3: lima waktu di sebagian besar hari. Al-Fatihah sudah hampir hafal. Sholat Jumat pertama di masjid, sebaiknya bersama orang yang dia kenal.
  • Minggu 4: satu surah pendek untuk rakaat kedua, dan tasyahud. Sholat yang terlewat pasti terjadi. Dia menggantinya lalu jalan terus.

Kalau kamu mau mengirim sesuatu untuknya: Revertly mengajarkan sholat dari nol, langkah demi langkah, dalam bahasa Inggris dan 11 bahasa lain. Sosok animasi menunjukkan setiap gerakan sambil bacaan Arabnya diperdengarkan, dan wudhu diajarkan dengan cara yang sama. Revertly ada di App Store. Sebagian alasan aku membuatnya adalah karena aku sendiri membutuhkannya.

Untuk kamu: cara mendukungnya tanpa memaksa

  • Belajar bersama. Sholat di sampingnya, atau biarkan dia jadi imam kalau sudah siap. Baca tafsir singkat bersama. Banyak orang yang Muslim sejak lahir ternyata belajar ulang hal-hal yang selama ini dianggap biasa.
  • Sabar dengan kesalahannya. Dia akan salah melafalkan, lupa jumlah rakaat, dan sholat sedikit melenceng dari kiblat. Begitulah semua orang belajar. Koreksi dengan lembut, dan tidak perlu setiap kali.
  • Jangan mengawasinya. Bertanya “sudah sholat Ashar?” lima kali sehari mengubah ibadah menjadi daftar centang untukmu. Biarkan sholatnya menjadi urusan dia dengan Allah.
  • Carikan dia teman. Imam yang ramah, ustadz yang bisa bahasa Inggris, atau komunitas mualaf. Dia butuh teman yang pernah ada di posisinya, bukan hanya keluargamu.
  • Hadapi keluargamu. Sebagian kerabat akan bertanya apakah dia “benar-benar” Muslim, atau mengujinya di depan orang. Lindungi dia dari itu. Imannya bukan untuk mereka nilai.
  • Hormati keluarganya. Orang tuanya mungkin takut atau sedih. Jangan bersaing dengan mereka. Bantu dia tetap dekat dengan mereka.

Kami menulis lebih banyak tentang ini di cara mendukung orang yang baru masuk Islam.

Untuk dia: perasaan yang jujur

Kalau kamu yang akan menjadi Muslim, wajar kalau kamu merasakan lebih dari satu hal sekaligus. Kamu mungkin tertarik pada Islam, dan sekaligus takut kehilangan dirimu sendiri.

  • Identitas. Kamu tidak berhenti berasal dari negaramu, menyukai musikmu, atau menjadi dirimu sendiri. Islam memintamu meninggalkan yang haram, bukan seluruh kepribadianmu.
  • Keluarga di negaramu. Memberi tahu orang tua bisa menjadi bagian tersulit. Tulisan kami tentang cara memberi tahu keluarga bahwa kamu sudah menjadi Muslim berisi kalimat yang bisa dipakai, dan sholat saat keluargamu bukan Muslim membahas keseharian bersama mereka.
  • Namamu. Kamu tidak harus menggantinya.
  • Perubahan yang nyata. Tidak ada alkohol dan babi. Makanan harus halal. Dan hubungan kalian juga berubah: Islam tidak membolehkan kedekatan fisik sebelum menikah. Untuk pasangan yang sudah lama bersama, ini bisa jadi penyesuaian yang berat. Bicarakan secara terbuka, sebagai dua orang dewasa, dan saling memaklumi.
  • Keraguan. Punya pertanyaan bukan berarti kamu gagal. Tanyakan saja. Imam yang baik akan senang kamu bertanya.

Nabi (shallallahu ‘alaihi wa sallam) mengajarkan bahwa Islam menghapus apa yang terjadi sebelumnya. Kamu mulai dengan lembaran bersih. Apa yang kamu tulis di sana adalah urusanmu dengan Allah.

Satu hal terakhir

Kalau aku melihat ke belakang, pernikahan itu satu hari. Sholat itu setiap hari. Kalau kalian berdua mengingat ini, urusan berkas menjadi bagian yang mudah, dan iman punya ruang untuk tumbuh dengan sendirinya. Setelah syahadat, daftar kami tentang apa yang dilakukan setelah bersyahadat bagus untuk dibaca berikutnya.

Ben

Pertanyaan umum

Apakah dia harus ganti nama?

Tidak. Tetap memakai namanya sendiri sama sekali tidak masalah, selama artinya tidak buruk. Sebagian mualaf memilih nama Muslim tambahan untuk sehari-hari, dan sebagian masjid menuliskannya di sertifikat mualaf kalau dia memilih nama. Nama di paspornya tetap sama, kecuali dia mengubahnya secara hukum.

Apakah dia harus sunat (khitan)?

Khitan bukan syarat untuk masuk Islam, dan bukan syarat sahnya pernikahan. Mazhab berbeda pendapat tentang hukumnya: mazhab Syafi'i, yang diikuti kebanyakan orang Indonesia, dan mazhab Hanbali menganggapnya wajib bagi laki-laki, sedangkan mazhab Hanafi dan Maliki menganggapnya sunnah muakkadah. Banyak ulama berpendapat mualaf dewasa yang khawatir akan bahayanya mendapat keringanan. Ini keputusannya sendiri, diambil bersama dokter dan, kalau dia mau, ustadz yang dia percaya. Kadang keluarga mendesak soal ini. Dia tidak wajib memberi jawaban sesuai jadwal pernikahan siapa pun.

Bisakah kami menikah dulu, lalu dia masuk Islam belakangan?

Tidak seperti yang diharapkan banyak pasangan. Di Indonesia, pasangan beda agama umumnya tidak bisa mencatatkan pernikahan, dan sejak SEMA No. 2 Tahun 2023 hakim diminta tidak mengabulkan permohonan pencatatan seperti itu. Dalam hukum Islam, pendapat mayoritas ulama adalah akad nikah perempuan Muslim dengan laki-laki non-Muslim tidak sah. Jadi urutannya penting: syahadat dulu, baru akad. Kalau dia belum siap, lebih baik menunggu daripada memulai pernikahan dengan langkah yang tidak sah.

Berapa lama belajar sholat?

Kebanyakan orang bisa wudhu dan sholat dua rakaat yang pendek dalam satu atau dua minggu pertama kalau berlatih rutin. Hafal Al-Fatihah butuh beberapa hari sampai beberapa minggu, tergantung orangnya. Lima waktu dengan percaya diri biasanya butuh satu atau dua bulan. Dia sudah bisa sholat sejak hari pertama sambil terus belajar.

Bagaimana kalau keluarganya tidak setuju?

Beri mereka waktu. Kebanyakan keluarga bereaksi karena takut Islam akan mengambil sesuatu dari mereka: anak mereka, hari raya mereka, kedekatan mereka. Dia bisa menunjukkan bahwa dia masih orang yang sama, tetap berkunjung, tetap menelepon, dan menjawab pertanyaan dengan tenang. Islam memintanya tetap berbuat baik kepada orang tua, walaupun mereka tidak sependapat.

Apakah masuk Islam karena mau menikah itu sah?

Hanya Allah yang tahu isi hati. Banyak mualaf awalnya mengenal Islam karena orang yang mereka cintai, lalu imannya tumbuh dari sana. Itu awal yang wajar. Syahadatnya sendiri harus tulus saat diucapkan, dan seiring waktu imannya perlu menjadi miliknya sendiri, bukan sesuatu yang dia jalani demi kamu atau keluargamu.

Belajar sholat, langkah demi langkah

Revertly membawa Muslim baru dari wudhu sampai sholat yang lengkap dalam tujuh hari.

Baca juga