Apa yang Dilakukan Setelah Bersyahadat
Kamu sudah bersyahadat. Selamat. Inilah panduan praktis, langkah demi langkah, untuk hari-hari dan minggu-minggu pertamamu sebagai Muslim baru.
Oleh Benjamin · · 6 menit baca
Selamat: Sekarang Kamu Seorang Muslim
Tarik napas dalam-dalam. Apa yang baru saja kamu lakukan adalah salah satu hal paling penting yang bisa dilakukan seseorang seumur hidupnya. Dengan mengucapkan syahadat, “Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah”, kamu telah masuk Islam. Lembaranmu bersih. Setiap dosa di masa lalumu sudah dihapus. Kamu memulai dari awal sepenuhnya, seperti bayi yang baru lahir.
Mungkin itu terasa luar biasa berat. Mungkin terasa tenang. Mungkin terasa keduanya sekaligus. Apa pun yang kamu rasakan sekarang sepenuhnya wajar. Tidak ada satu reaksi “yang benar” untuk momen ini. Ada yang menangis. Ada yang merasa hening dan tenang. Ada yang merasa penuh semangat dan ingin langsung mempelajari semuanya. Semuanya tidak apa-apa.
Ini hal terpenting yang perlu kamu pahami sekarang: kamu tidak perlu tahu semuanya hari ini. Islam bukan ujian yang dipelajari kebut semalam. Kamu tumbuh di dalamnya seumur hidup, dan kamu baru saja mengambil langkah pertama. Bersikaplah lembut pada dirimu sendiri. Allah mengetahui isi hatimu, dan Dia tahu kamu sedang berusaha.
Yang Pertama Dipelajari: Sholat
Kalau ada satu hal yang perlu kamu fokuskan di minggu-minggu pertamamu sebagai Muslim, itu adalah sholat. Sholat adalah rukun Islam kedua dan hubungan paling langsung antara kamu dan Penciptamu. Nabi Muhammad ﷺ menyebutnya “penyejuk mata”, sumber ketenangan, bukan beban.
Umat Islam sholat lima kali sehari, dan setiap sholat punya nama dan rentang waktunya:
- Subuh: sebelum matahari terbit
- Dzuhur: setelah tengah hari
- Ashar: di sore hari
- Maghrib: sesaat setelah matahari terbenam
- Isya: di malam hari
Setiap sholat memakan waktu sekitar lima sampai sepuluh menit setelah kamu mempelajarinya. Di awal akan lebih lama karena kamu masih belajar, dan itu sama sekali tidak apa-apa. Mulailah dengan mempelajari gerakannya: berdiri, rukuk, sujud, dan duduk. Lalu pelajari sedikit demi sedikit bacaan Arab untuk setiap gerakan. Kamu tidak perlu menghafal semuanya sekaligus. Banyak Muslim baru memulai dengan membaca dari panduan cetak atau layar ponsel saat sholat, dan itu tidak salah.
Kuncinya adalah memulai. Walaupun sholatmu belum sempurna, walaupun kamu tersandung saat membaca, walaupun kamu lupa gerakan berikutnya, sholat itu tetap terhitung. Allah melihat usahamu, bukan hanya hasilnya. Panduan sholat untuk pemula kami membahas satu sholat lengkap.
Belajar Wudhu
Sebelum sholat, kamu perlu berwudhu, bersuci dengan air yang menyiapkan tubuh dan pikiranmu untuk berdiri di hadapan Allah. Caranya dengan membasuh tangan, wajah, dan lengan, mengusap kepala, lalu membasuh kaki dengan urutan tertentu. Wudhu itu mudah setelah dipelajari, dan kebanyakan orang cepat menguasainya.
Wudhu bukan hanya soal kebersihan badan. Wudhu adalah peralihan. Inilah saat kamu berpindah dari hiruk-pikuk harimu ke ruang yang penuh fokus dan niat. Banyak Muslim merasa wudhu saja sudah menenangkan.
Kami punya panduan lengkap tentang cara berwudhu langkah demi langkah yang menuntunmu melalui seluruh prosesnya dengan petunjuk yang jelas.
Temukan Masjid di Dekatmu
Langkah ini bisa terasa menegangkan, apalagi kalau kamu tidak kenal satu pun Muslim secara pribadi. Tapi datang ke masjid untuk pertama kalinya adalah salah satu hal terbaik yang bisa kamu lakukan di awal. Kamu tidak perlu diundang. Kamu tidak perlu kenal siapa pun. Masjid terbuka untuk semua orang, dan sebagian besar jamaah sangat ramah menyambut Muslim baru.
Saat berkunjung, beri tahu seseorang bahwa kamu baru saja bersyahadat. Kemungkinan besar kamu akan disambut dengan hangat, dipeluk, dan disambut dengan gembira. Banyak masjid punya program atau pembimbing khusus untuk mualaf. Kalaupun masjidmu tidak punya, sekadar berada di tengah Muslim lain (melihat cara mereka sholat, mendengar Al-Quran dibacakan, merasakan menjadi bagian dari mereka) bisa sangat berarti di hari-hari awal ketika semuanya masih terasa baru.
Kalau datang ke masjid terasa terlalu berat sekarang, itu juga tidak apa-apa. Jalani sesuai kecepatanmu. Tapi ketahuilah bahwa pintunya terbuka kapan pun kamu siap.
Jalani Langkah demi Langkah
Salah satu kesalahan paling umum Muslim baru adalah mencoba mengubah seluruh hidupnya dalam semalam. Mereka ingin menyempurnakan sholat, belajar bahasa Arab, membaca seluruh Al-Quran, mengganti isi lemari pakaian, merombak pola makan, dan menjalankan semua sunnah di minggu pertama. Tekanan seperti itu tidak akan bertahan lama, dan bukan itu yang diminta Islam darimu.
Islam punya lima rukun, dan disebut rukun karena suatu alasan: kelimanya adalah fondasi yang kamu bangun sedikit demi sedikit:
- Syahadat: pernyataan iman (kamu sudah melakukannya)
- Sholat: sholat lima waktu
- Zakat: berbagi harta kepada yang membutuhkan
- Puasa: berpuasa di bulan Ramadan
- Haji: ibadah haji ke Makkah (sekali seumur hidup, kalau mampu)
Kamu tidak perlu menjalankan semuanya sekaligus. Mulailah dengan sholat. Bangun fondasi itu dulu. Saat sholat makin terasa alami, kamu akan mendapati sisi-sisi lain dari agama ini mulai tertata dengan sendirinya. Nabi ﷺ bersabda bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah yang sedikit tapi terus-menerus. Sedikit setiap hari lebih berharga daripada semangat yang meledak lalu padam.
Pertanyaan yang Sering Muncul dari Muslim Baru
Apakah aku harus ganti nama?
Tidak. Ini salah satu salah paham yang paling umum. Tidak ada kewajiban dalam Islam untuk memakai nama Arab. Kalau namamu sekarang punya arti yang baik atau netral, kamu boleh tetap memakainya. Sebagian orang memilih menambah nama atau memakai nama baru karena terasa bermakna bagi mereka, tapi itu sepenuhnya pilihan pribadi dan tidak wajib.
Apakah aku harus belajar bahasa Arab?
Tidak sekarang, dan tidak harus fasih. Bacaan sholat memakai bahasa Arab, jadi kamu perlu mempelajari kalimat-kalimat itu beserta artinya seiring waktu. Tapi kamu tidak perlu bisa bercakap-cakap dalam bahasa Arab untuk menjadi Muslim yang taat. Banyak Muslim di seluruh dunia tidak memakai bahasa Arab sehari-hari. Mulailah dari bacaan sholat, pelajari artinya, dan biarkan sisanya datang dengan sendirinya. Belajar beberapa kata sekaligus pun sudah sebuah kemajuan.
Bagaimana dengan keluargaku yang bukan Muslim?
Sering kali inilah bagian tersulit. Keluargamu mungkin bingung, khawatir, atau bahkan kecewa. Itu bisa dimengerti. Mereka juga sedang mencerna perubahan besar. Islam sangat menekankan untuk bersikap baik dan hormat kepada orang tua dan keluarga, meskipun mereka tidak seiman denganmu. Kamu tidak perlu meyakinkan mereka atau berdebat dengan mereka. Cara terbaik untuk menunjukkan arti Islam bagimu adalah lewat akhlakmu: kesabaranmu, kebaikanmu, kejujuranmu. Beri mereka waktu. Banyak keluarga akhirnya bisa menerima setelah melihat bahwa kamu tetap orang yang sama yang mereka sayangi, hanya dengan tujuan hidup dan ketenangan yang lebih dalam.
Sumber untuk Belajar
Kamu hidup di zaman ketika ilmu lebih mudah didapat daripada sebelumnya. Berikut beberapa tempat untuk memulai:
- Masjid di dekatmu: Banyak masjid menyediakan kelas mualaf, kajian, dan bimbingan pribadi. Jangan meremehkan manfaat belajar langsung bersama orang-orang yang peduli pada pertumbuhanmu.
- Aplikasi belajar sholat: Aplikasi seperti Revertly memang dirancang untuk ini. Sholat dipecah menjadi langkah-langkah sederhana dengan teks Arab, transliterasi, dan terjemahan, supaya kamu bisa belajar sesuai kecepatanmu. Punya bacaan di sakumu, siap kapan pun kamu butuh, sangat membantu saat kamu baru mulai.
- Kursus dan video online: Ada banyak sumber gratis dari ulama dan ustaz yang terpercaya. Carilah kursus pemula yang tersusun rapi, bukan video acak, supaya kamu bisa belajar dengan urutan yang masuk akal tanpa merasa tercerai-berai.
- Terjemahan Al-Quran yang baik: Ambil terjemahan Al-Quran dalam bahasamu dan mulailah membaca sesuai kecepatanmu. Kamu tidak perlu cepat menyelesaikannya. Beberapa ayat sehari pun bisa sangat menyejukkan dan membuka mata.
Berhati-hatilah memilih sumber informasi, terutama di masa-masa awal. Berpeganglah pada sumber yang dikenal luas dan arus utama. Kalau ada yang kamu baca atau dengar terasa keras, membingungkan, atau tidak sejalan dengan rahmat yang kamu rasakan saat pertama masuk Islam, tanyakan dulu kepada orang yang kamu percaya di masjidmu sebelum memasukkannya ke hati.
Kamu Tidak Sendirian
Kadang bisa terasa sepi, apalagi kalau kamu satu-satunya Muslim di keluarga atau di lingkaran pertemananmu. Tapi ada hal yang perlu kamu tahu: ribuan orang di seluruh dunia bersyahadat setiap tahun. Kamu bagian dari komunitas yang membentang di setiap negara, setiap bahasa, dan setiap latar belakang yang bisa dibayangkan. Ada orang-orang yang sudah menempuh jalan yang sama persis dengan yang kamu tempuh sekarang, yang pernah merasakan keraguan yang sama, mengajukan pertanyaan yang sama, dan menemukan jalan mereka.
Jalanmu tidak akan sama dengan jalan orang lain, dan memang tidak harus sama. Ada hari yang terasa ringan dan penuh cahaya. Ada hari lain yang terasa membingungkan atau berat. Keduanya bagian dari perjalanan. Yang penting, kamu terus melangkah, satu sholat demi satu sholat, selangkah demi selangkah, hari demi hari.
Kamu sudah membuat pilihan yang berani dan indah. Banggalah dengan itu. Dan ketahuilah bahwa setiap kali kamu kembali kepada Allah, bahkan saat terasa canggung, bahkan saat kamu tidak yakin sudah melakukannya dengan benar, Dia lebih dekat kepadamu daripada yang kamu sadari.
Selamat datang di rumah.
Belajar sholat, langkah demi langkah
Revertly membawa Muslim baru dari wudhu sampai sholat yang lengkap dalam tujuh hari.