Cara Sholat Subuh: Panduan Lengkap untuk Pemula
Subuh adalah sholat pertama dalam sehari, dikerjakan sebelum matahari terbit. Pelajari langkah-langkahnya, bacaannya, dan tips supaya bisa bangun tepat waktu.
Oleh Benjamin · · 6 menit baca
Apa Itu Sholat Subuh?
Subuh adalah sholat fajar, sholat pertama dari lima sholat wajib dalam Islam. Umat Islam mengerjakan Subuh setiap hari sebelum matahari terbit. Kalau kamu benar-benar baru mengenal Islam, mungkin kamu merasa kewalahan membayangkan lima sholat sehari, tapi Subuh adalah tempat yang bagus untuk memulai. Subuh adalah sholat yang paling pendek, hanya dua unit (disebut rakaat), dan ada ketenangan yang dalam saat memulai hari dengan momen sunyi bersama Allah.
Dalam bahasa Arab, sholat ini disebut Fajr, yang berarti “fajar”. Sholat ini punya tempat khusus dalam tradisi Islam karena menuntutmu bangun pagi, yang dipandang sebagai bentuk pengabdian dan disiplin. Banyak Muslim merasakan Subuh sebagai sholat yang menentukan suasana sepanjang hari mereka.
Kapan Waktu Sholat Subuh
Sholat Subuh dikerjakan dalam rentang waktu tertentu: dimulai saat fajar shadiq (saat cahaya pertama muncul melintang di cakrawala) dan berakhir saat matahari terbit. Artinya, kamu punya waktu sekitar 60 sampai 90 menit, tergantung lokasimu dan waktu dalam setahun.
Penting untuk sholat di dalam rentang waktu ini. Kalau kamu sholat sebelum fajar shadiq, sholatnya tidak terhitung sebagai Subuh. Kalau kamu terlewat dan matahari sudah terbit, tetap ganti sholatnya secepat mungkin. Allah memahami bahwa kamu sedang belajar, dan mengganti sholat yang terlewat selalu lebih baik daripada meninggalkannya sama sekali.
Untuk mengetahui waktu Subuh yang tepat di lokasimu, kamu bisa memakai aplikasi atau situs jadwal sholat. Waktunya sedikit berubah setiap hari, jadi sebaiknya rutin dicek atau pakai aplikasi yang mengirim pemberitahuan. Panduan kami tentang waktu sholat menjelaskan cara rentang waktu ini dihitung.
Persiapan Sebelum Sholat Subuh
Sebelum memulai sholat apa pun dalam Islam, ada beberapa hal yang perlu kamu siapkan.
Berwudhu
Wudhu adalah bersuci dengan air sebelum sholat. Caranya dengan membasuh tangan, wajah, dan lengan, mengusap kepala, lalu membasuh kaki dengan urutan tertentu. Kalau kamu belum belajar wudhu, baca dulu panduan wudhu langkah demi langkah. Kamu harus dalam keadaan berwudhu sebelum sholat. Kalau kamu berwudhu sebelum tidur dan wudhunya tidak batal, bisa jadi kamu masih dalam keadaan suci saat bangun.
Temukan Arah Kiblat
Umat Islam sholat menghadap ke arah Ka'bah di Makkah, Arab Saudi. Arah ini disebut kiblat. Kamu bisa menemukannya dengan aplikasi kompas di ponselmu. Cukup cari “arah kiblat” dan ponselmu akan menunjukkan arah yang benar. Kamu tidak perlu sangat tepat, apalagi sebagai pemula. Lakukan yang terbaik dan Allah akan menerima usahamu. Untuk cara lain, lihat cara menentukan arah kiblat.
Cari Tempat yang Bersih
Kamu butuh tempat yang bersih untuk sholat. Banyak Muslim memakai sajadah, tapi itu tidak wajib. Handuk yang bersih, karpet, atau permukaan bersih apa pun sudah cukup. Pastikan kamu memakai pakaian yang bersih dan sopan, yang menutup tubuhmu dengan semestinya.
Sholat Subuh Langkah demi Langkah
Subuh terdiri dari dua rakaat. Inilah yang kamu lakukan dari awal sampai akhir.
Rakaat Pertama
Berdiri dan Takbiratul Ihram: Berdirilah menghadap kiblat dengan kaki selebar bahu. Angkat kedua tangan sampai sejajar telinga dan ucapkan “Allahu Akbar” (Allah Maha Besar). Ini tanda dimulainya sholatmu. Letakkan tangan kanan di atas tangan kiri di dadamu. Di sini mazhab berbeda: ini cara mazhab Syafi'i (banyak ulama Hanbali mengajarkan di dada atau di bawahnya), laki-laki mazhab Hanafi meletakkan tangan di bawah pusar (perempuan di dada), dan dalam mazhab Maliki tangan biasanya dibiarkan lurus di samping badan. Semuanya sah, jadi ikuti apa yang diajarkan masjid di dekatmu.
Membaca Al-Fatihah: Ini surah pembuka Al-Quran dan dibaca di setiap rakaat dalam setiap sholat. Surah ini dimulai dengan “Bismillahir Rahmanir Raheem” (Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang) dan berlanjut sampai tujuh ayat pendek. Kalau kamu masih menghafalnya, tidak apa-apa membaca dari kertas atau ponsel selama kamu belajar.
Membaca Surah Pendek: Setelah Al-Fatihah, bacalah surah pendek apa saja atau beberapa ayat dari Al-Quran. Banyak pemula memulai dengan Surah Al-Ikhlas (surah ke-112) karena pendek dan termasuk surah pertama yang dihafal kebanyakan Muslim baru. Panjangnya hanya empat ayat.
Rukuk: Ucapkan “Allahu Akbar” lalu membungkuk, letakkan kedua tangan di lutut. Punggungmu kira-kira lurus mendatar, seperti meja. Dalam posisi ini, ucapkan “Subhana Rabbiyal Adheem” (Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung) tiga kali.
Bangkit dari Rukuk (I'tidal): Bangkitlah dari rukuk sambil mengucapkan “Sami Allahu liman hamidah” (Allah mendengar orang yang memuji-Nya). Setelah berdiri tegak, ucapkan “Rabbana wa lakal hamd” (Ya Tuhan kami, bagi-Mu segala puji).
Sujud Pertama: Ucapkan “Allahu Akbar” lalu turun untuk sujud. Dahi, hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan ujung jari kedua kakimu menyentuh lantai. Dalam posisi ini, ucapkan “Subhana Rabbiyal A'la” (Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi) tiga kali. Inilah saat kamu paling dekat dengan Allah dalam sholat, jadi jangan terburu-buru.
Duduk di Antara Dua Sujud: Ucapkan “Allahu Akbar” lalu bangkit ke posisi duduk. Duduklah sebentar dan ucapkan “Rabbi ighfir li” (Ya Tuhanku, ampunilah aku).
Sujud Kedua: Ucapkan “Allahu Akbar” lalu sujud lagi, persis seperti sebelumnya. Ucapkan lagi “Subhana Rabbiyal A'la” tiga kali.
Selesailah rakaat pertamamu.
Rakaat Kedua
Ucapkan “Allahu Akbar” lalu berdiri lagi untuk rakaat kedua. Ulangi semua yang kamu lakukan di rakaat pertama: membaca Al-Fatihah, lalu surah pendek, kemudian rukuk, bangkit berdiri, dan sujud dua kali dengan duduk sebentar di antaranya.
Tasyahud (Duduk Terakhir)
Setelah sujud kedua di rakaat kedua, jangan berdiri lagi, tapi tetaplah duduk. Di sini kamu membaca tasyahud, sebuah persaksian iman. Tasyahud dimulai dengan “At-tahiyyatu lillahi was-salawatu wat-tayyibat, as-salamu alayka ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullahi wa barakatuh, as-salamu alayna wa ala ibadillahis- saliheen” (Segala penghormatan, sholat, dan kebaikan adalah milik Allah. Semoga keselamatan tercurah kepadamu, wahai Nabi, beserta rahmat Allah dan berkah-Nya. Semoga keselamatan tercurah kepada kami dan kepada hamba-hamba Allah yang saleh). Lalu kamu lanjutkan dengan “Ash-hadu an la ilaha illallah, wa ash-hadu anna Muhammadan abduhu wa rasuluh” (Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya).
Saat tasyahud, duduklah di atas kaki kirimu dengan kaki kanan ditegakkan, dan angkat jari telunjuk kananmu saat mengucapkan persaksian iman. Jangan khawatir kalau posisi dudukmu belum sempurna. Fokuslah pada bacaannya dulu, dan posisinya akan terasa alami seiring waktu.
Salam (Mengakhiri Sholat)
Untuk mengakhiri sholat, tolehkan kepalamu ke kanan dan ucapkan “As-salamu alaykum wa rahmatullah” (Semoga keselamatan dan rahmat Allah tercurah kepadamu). Lalu tolehkan kepalamu ke kiri dan ucapkan kalimat yang sama. Selesailah sholat Subuhmu.
Tips untuk Pemula
Kalau kamu merasa ini banyak sekali yang harus diingat, itu wajar. Setiap Muslim yang sholat hari ini pernah harus mempelajari langkah-langkah yang sama. Berikut beberapa hal yang perlu kamu ingat saat memulai.
- Tidak apa-apa membaca dari catatan. Banyak ulama berpendapat bahwa Muslim baru boleh memegang kertas, ponsel, atau buku berisi bacaan saat sholat. Kamu sedang belajar, dan Allah mengetahui niatmu.
- Mulailah dari yang kamu tahu. Kalau kamu baru hafal Al-Fatihah dan belum yang lain, sholatlah dengan Al-Fatihah saja. Kalau kamu baru tahu beberapa kata dalam bahasa Arab, ucapkan kata-kata itu. Sholatmu tetap sah dan diterima.
- Utamakan rutin daripada sempurna. Lebih baik sholat Subuh setiap hari dengan beberapa kesalahan daripada menunggu sampai semuanya hafal dengan sempurna. Bangun kebiasaannya dulu. Detailnya akan datang seiring waktu dan latihan.
- Jangan membandingkan dirimu dengan orang lain. Orang yang sejak kecil sholat sudah berlatih bertahun-tahun. Kamu baru mulai, dan itu butuh keberanian. Bersabarlah dengan dirimu sendiri.
Aplikasi seperti Revertly bisa membantumu mempelajari setiap bagian sholat dengan teks Arab, transliterasi, dan audio pelafalan, supaya kamu bisa berlatih sesuai kecepatanmu dan membangun rasa percaya diri langkah demi langkah.
Cara Bangun untuk Sholat Subuh
Salah satu tantangan terbesar sholat Subuh adalah bangunnya. Berikut beberapa tips praktis yang dirasakan membantu oleh banyak Muslim.
- Pasang beberapa alarm. Letakkan ponsel atau jam alarmmu di seberang kamar supaya kamu harus bangun untuk mematikannya. Sebagian orang memasang dua atau tiga alarm dengan jarak beberapa menit.
- Tidur lebih awal. Kedengarannya sederhana, tapi inilah yang paling berpengaruh. Kalau kamu ingin bangun pukul 05.00, tidur tengah malam akan membuatnya sangat sulit. Usahakan tidur pukul 22.00 atau 22.30.
- Pasang niat sebelum tidur. Sebelum memejamkan mata, niatkan dengan sungguh-sungguh dan mintalah kepada Allah agar dibangunkan untuk Subuh. Niat kecil ini bisa sangat berpengaruh.
- Siapkan semuanya sejak malam. Siapkan pakaian sholat dan sajadahmu. Ketahui arah kiblat. Makin sedikit hal yang harus kamu putuskan saat masih setengah mengantuk, makin mudah untuk langsung bangun dan sholat.
- Cari teman untuk saling mengingatkan. Kalau kamu kenal Muslim lain, sepakati untuk saling mengirim pesan saat bangun Subuh. Tahu ada orang yang mengandalkanmu bisa menjadi penyemangat yang kuat.
Kamu Sedang Melakukan Sesuatu yang Indah
Belajar sholat Subuh sebagai Muslim baru adalah salah satu langkah paling bermakna yang bisa kamu ambil. Di awal tidak akan sempurna, dan itu tidak apa-apa. Kamu ada di sini, membaca ini, dan berusaha, itu artinya kamu sudah berada di jalan yang benar. Jalani hari demi hari. Setiap sholat Subuh yang kamu kerjakan, seberapa pun tidak sempurnanya, adalah percakapan antara kamu dan Allah. Dan itu selalu cukup.
Belajar sholat, langkah demi langkah
Revertly membawa Muslim baru dari wudhu sampai sholat yang lengkap dalam tujuh hari.