Cara Sholat Sebelum Bisa Bahasa Arab atau Hafal Al-Fatihah

Kamu tidak perlu menunggu sampai hafal Al-Fatihah untuk mulai sholat. Ini yang dikatakan para ulama tentang apa yang bisa dilakukan Muslim baru selama masih belajar, ditambah rencana sederhana untuk sampai ke sana.

Oleh Benjamin · · 4 menit baca

Kamu sudah bersyahadat. Sekarang sholat menjadi bagian dari hidupmu, dan sholat itu dilakukan dalam bahasa yang tidak kamu kuasai. Kebanyakan mualaf merasa buntu di titik ini. Mereka mengira harus menunggu sampai tahu semuanya sebelum berdiri di atas sajadah.

Kamu tidak perlu menunggu. Islam punya jawaban yang jelas untuk orang yang masih belajar, dan jawaban itu lebih lembut dari yang dibayangkan kebanyakan orang.

Mulai sholat sekarang, belajar sambil jalan

Sholat lima waktu menjadi bagian dari hidupmu sejak hari kamu menjadi Muslim. Itu bisa terdengar seperti beban. Padahal bukan itu maksudnya. Allah berfirman dalam Al-Quran: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” (Quran 2:286).

Kesanggupanmu di hari ketiga tidak sama dengan kesanggupanmu di hari kesembilan puluh. Kamu sholat dengan apa yang sudah kamu punya, dan kamu terus belajar. Itulah seluruh prinsipnya.

Apa yang Nabi katakan kepada orang yang tidak bisa menghafal

Ada sebuah hadits yang hampir langsung berbicara kepada para mualaf. Seorang laki-laki datang kepada Nabi ﷺ dan berkata bahwa ia tidak bisa menghafal apa pun dari Al-Quran, lalu meminta sesuatu yang cukup baginya. Nabi menyuruhnya mengucapkan:

  • Subhan Allah (Maha Suci Allah)
  • Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah)
  • La ilaha illa Allah (Tidak ada tuhan selain Allah)
  • Allahu Akbar (Allah Maha Besar)
  • La hawla wa la quwwata illa billah (Tidak ada daya dan tidak ada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah)

Hadits ini tercatat dalam Sunan Abi Dawud (hadits 832). Para ulama menjadikannya dasar sebuah hukum yang ada di semua mazhab: orang yang belum bisa membaca Al-Fatihah mengucapkan dzikir seperti ini sebagai gantinya, sambil terus berusaha mempelajarinya.

Kata kuncinya adalah “sambil terus berusaha mempelajarinya.” Ini jembatan, bukan pengganti selamanya. Al-Fatihah adalah inti sholat, dan menghafalnya adalah tujuan nyata pertamamu.

Seperti apa sholatmu minggu ini

Ini gambaran sholat yang realistis untuk orang yang hampir belum tahu apa-apa:

  1. Berwudhu. Caranya sama saja, berapa pun bahasa Arab yang kamu tahu.
  2. Menghadap kiblat dan berniat di dalam hati untuk sholat yang akan kamu kerjakan.
  3. Ucapkan Allahu Akbar sambil mengangkat kedua tangan. Kebanyakan orang bisa mempelajarinya dalam satu menit.
  4. Berdiri: bacalah bagian Al-Fatihah yang sudah kamu tahu. Kalau belum tahu sama sekali, ucapkan kalimat-kalimat di atas dengan tenang.
  5. Rukuk: Subhana Rabbiyal Adheem. Kalau itu masih terlalu berat sekarang, Subhan Allah.
  6. Sujud: Subhana Rabbiyal A'la. Sekali lagi, Subhan Allah sudah cukup selama kamu belajar.
  7. Duduk di akhir: ucapkan bagian tasyahud yang kamu bisa, lalu tolehkan kepala ke kanan dan ke kiri sambil mengucapkan As-salamu alaykum wa rahmatullah.

Gerakannya juga penting. Berdiri, rukuk, bangkit, dua kali sujud dengan duduk sebentar di antaranya. Kalau posisi tubuhmu sudah benar dan bacaanmu sederhana, kamu sedang sholat. Kamu tidak sedang pura-pura sholat.

Kalau kamu ingin urutan lengkap dengan setiap langkahnya, baca panduan sholat untuk pemula.

Bolehkah sholat dalam bahasa Indonesia?

Ini salah satu pertanyaan yang paling sering dicari Muslim baru, jadi ini jawaban langsungnya. Mayoritas ulama berpendapat bahwa bacaan Al-Quran dalam sholat harus dalam bahasa Arab, karena terjemahan bukanlah Al-Quran itu sendiri. Itulah sebabnya pengganti dalam hadits di atas berupa kalimat-kalimat Arab yang pendek, bukan terjemahan Al-Fatihah.

Doa pribadimu lain lagi. Di luar sholat, dan menurut banyak ulama juga di bagian tertentu dalam sholat, kamu boleh berbicara kepada Allah dalam bahasamu sendiri. Tanyakan kepada imam di tempatmu apa pendapat mazhabmu tentang berdoa dalam bahasa selain Arab di dalam sholat.

Membaca dari kartu atau ponsel

Sebagian mualaf menaruh kartu berisi transliterasi Al-Fatihah di dekat mereka. Mazhab berbeda pendapat soal membaca saat sholat. Mazhab Hanafi berpendapat bahwa membaca dari tulisan saat sholat membatalkan sholat. Mazhab lain lebih longgar, terutama untuk sholat sunnah.

Kebiasaan yang lebih aman dan cocok untuk semua: baca kartunya tepat sebelum mulai, lalu simpan dan sholatlah dari ingatan, meskipun untuk sementara bacaanmu jadi lebih sedikit.

Sholat di belakang imam kalau bisa

Saat sholat berjamaah, imam membaca dengan suara keras dan kamu mengikuti gerakannya. Dalam mazhab Hanafi, makmum sama sekali tidak membaca Al-Fatihah di belakang imam. Mazhab lain meminta makmum membacanya, setidaknya di sebagian sholat. Rinciannya berbeda, tetapi di mazhab mana pun, sholat di belakang imam sangat meringankan beban seorang pemula. Kamu cukup bergerak saat imam bergerak.

Ini salah satu alasan masjid sangat membantu di masa awal. Kalau masuk ke masjid terasa menakutkan, baca apa yang bisa kamu harapkan saat pertama kali datang.

Rencana sederhana untuk menghafal Al-Fatihah

Al-Fatihah terdiri dari tujuh ayat. Kebanyakan orang bisa menghafalnya dalam satu sampai dua minggu dengan beberapa menit sehari.

  • Hari 1 sampai 2: Dengarkan lima atau enam kali sehari. Jangan coba menghafal dulu. Biarkan bunyinya akrab di telingamu.
  • Hari 3 sampai 5: Hafalkan satu ayat sehari. Ucapkan dengan suara keras bersama audionya, lalu tanpa audio.
  • Hari 6 sampai 10: Tambahkan ayat-ayat sisanya, satu atau dua sehari. Awali setiap sesi dengan mengucapkan semua yang sudah kamu hafal.
  • Setiap sholat: Pakai apa yang sudah kamu pelajari sejauh ini. Sholatmu tumbuh bersamamu.

Pelajari artinya bersamaan dengan bunyinya. Saat kamu tahu bahwa kamu sedang mengucapkan “Tunjukilah kami jalan yang lurus,” kata-kata itu tidak lagi sekadar bunyi, tetapi menjadi milikmu.

Setelah Al-Fatihah, hafalkan surah pendek seperti Al-Ikhlas (tiga baris), lalu tasyahud. Itu sudah mencakup hampir semua yang kamu ucapkan dalam sholat dasar.

Jangan biarkan keinginan untuk sempurna menghentikanmu

Banyak mualaf menunda sholat karena takut salah. Waktu aku bersyahadat, aku juga tidak tahu cara sholat, dan aku terlalu malu untuk bertanya. Rasa takut itu jauh lebih merugikan daripada kesalahan apa pun.

Allah tahu kamu masih baru. Bahasa Arabmu yang belum fasih dan gerakanmu yang masih gugup dilihat oleh Dia yang telah memberimu petunjuk sampai ke sini. Sholatlah hari ini dengan apa yang kamu punya.

Revertly dibuat tepat untuk tahap ini: aplikasi ini mengajarkan bacaannya dengan audio, transliterasi, dan arti, lalu menuntunmu sampai sholat lengkap pertamamu dalam seminggu. Kalau biaya jadi kendala, kamu bisa mendapatkan kode gratis.

Belajar sholat, langkah demi langkah

Revertly membawa Muslim baru dari wudhu sampai sholat yang lengkap dalam tujuh hari.

Baca juga