Cara Sholat di Tempat Kerja atau Sekolah: Panduan Praktis untuk Muslim Baru
Mencari tempat sholat, menyesuaikan sholat dengan jadwal harianmu, pendapat mazhab tentang menjamak sholat, dan cara meminta izin kepada atasan tanpa jadi canggung.
Oleh Benjamin · · 4 menit baca
Begitu kamu mulai sholat, yang paling sulit biasanya bukan Subuh atau Isya. Yang paling sulit adalah Dzuhur dan Ashar, sholat yang jatuh di tengah jam kerja atau jam sekolahmu.
Kabar baiknya: satu kali sholat memakan waktu sekitar lima sampai sepuluh menit. Dengan sedikit perencanaan, kebanyakan orang bisa menyelipkannya tanpa banyak yang memperhatikan.
Kenali rentang waktunya
Setiap sholat punya rentang waktu, bukan satu titik waktu saja. Dzuhur dimulai tepat setelah tengah hari dan berlangsung sampai masuk waktu Ashar. Ashar berlangsung sampai sesaat sebelum matahari terbenam. Kamu boleh sholat kapan saja di dalam rentang itu, meskipun lebih awal lebih baik.
Rentang waktunya banyak berubah mengikuti musim, terutama di tempat yang jauh dari khatulistiwa. Di musim dingin di belahan bumi utara, Dzuhur dan Ashar bisa sama-sama jatuh di jam kantor dengan jarak yang berdekatan, dan Maghrib bisa tiba sebelum kamu pulang kerja. Di musim panas, Ashar bisa baru masuk setelah kamu sampai di rumah.
Cek jadwal sholatmu setiap minggu supaya tidak kaget. Tulisan kami tentang waktu sholat menjelaskan cara kerja rentang waktu itu.
Mencari tempat
Kamu tidak perlu masjid atau ruangan khusus. Yang kamu perlukan adalah tempat yang bersih, lantai yang cukup untuk satu orang rukuk dan sujud, dan beberapa menit tanpa gangguan. Tempat yang benar-benar dipakai orang:
- Ruang rapat yang kosong. Pesan untuk lima belas menit kalau kantormu memakai sistem pemesanan.
- Ruang tenang, ruang P3K, atau ruang istirahat, kalau tempat kerjamu punya.
- Ruang belajar kelompok di perpustakaan.
- Pojok gudang atau bordes tangga yang sepi.
- Mobilmu, kalau kamu bisa menghadap kiblat dan melakukan gerakannya, atau taman saat cuaca bagus.
- Banyak universitas dan sebagian sekolah sudah punya musholla. Tanyakan saja.
Bawa sesuatu untuk alas sholat. Sajadah lipat muat di dalam tas. Jaket yang bersih juga bisa. Pakai aplikasi kompas untuk menemukan kiblat, atau baca panduan arah kiblat kami.
Wudhu di tempat kerja
Membasuh kaki di wastafel kantor adalah bagian yang paling dikhawatirkan orang. Beberapa cara untuk mempermudahnya:
- Jaga wudhumu dari rumah. Kalau kamu berwudhu sebelum berangkat dan tidak ada yang membatalkannya, wudhu itu masih berlaku saat jam makan siang.
- Pakai toilet difabel atau toilet untuk satu orang yang punya wastafel sendiri, supaya kamu tidak berada di ruang bersama.
- Bawa handuk kecil dan lap area wastafel sesudahnya. Orang lebih mengingat lantai yang basah daripada hal lainnya.
- Mengusap kaus kaki. Islam membolehkan mengusap khuf (kaus kaki kulit) yang dipakai dalam keadaan berwudhu, sebagai ganti membasuh kaki, selama sehari semalam kalau kamu tidak sedang bepergian. Ulama berbeda pendapat apakah kaus kaki katun biasa termasuk. Banyak mualaf membeli sepasang khuf kulit tipis untuk dipakai kerja. Tanyakan kepada imammu apa yang dibolehkan mazhabmu.
Menjamak sholat: di mana mazhab berbeda
Kamu mungkin pernah mendengar bahwa kamu boleh menjamak Dzuhur dan Ashar di tempat kerja. Di titik ini mazhab benar-benar berbeda, jadi ini gambaran yang jujur:
- Mazhab Hanafi: tidak membolehkan menjamak sholat kecuali saat haji. Setiap sholat dikerjakan di waktunya sendiri.
- Mazhab Syafi'i dan Maliki: membolehkan jamak saat bepergian dan dalam beberapa keadaan saat hujan lebat bagi yang sholat berjamaah. Tidak untuk hari kerja biasa.
- Mazhab Hanbali: membolehkan jamak saat bepergian, dan juga saat ada kesulitan yang nyata, seperti sakit atau sebagian keadaan ketika sholat tepat waktu benar-benar sangat sulit.
Sebagian ulama juga merujuk pada hadits yang diriwayatkan Ibnu Abbas bahwa Nabi ﷺ menjamak Dzuhur dengan Ashar, dan Maghrib dengan Isya, di Madinah tanpa adanya rasa takut atau hujan (Sahih Muslim 705). Ulama memahami hadits ini dengan cara yang berbeda-beda, dan bahkan yang memahaminya secara lebih luas mengatakan itu untuk kebutuhan nyata yang sesekali, bukan kebiasaan harian.
Kalau pekerjaanmu benar-benar membuat sholat tepat waktu sangat sulit, misalnya sebagai dokter bedah, pilot, atau di jalur produksi tanpa jeda, bicarakan dengan imam dari mazhabmu. Jangan memutuskan sendiri bahwa menjamak setiap hari itu boleh.
Meminta izin kepada atasan
Banyak Muslim baru menghindari percakapan ini berbulan-bulan. Padahal biasanya hanya butuh dua menit dan jawabannya ya. Beberapa tips:
- Minta sejak awal. Lebih mudah mengaturnya saat kamu mulai bekerja daripada menjelaskan kenapa kamu sering menghilang.
- Sampaikan dengan jelas. “Saya butuh sekitar sepuluh menit, sekali atau dua kali sehari” lebih mudah disetujui daripada “Saya butuh waktu untuk sholat.”
- Tawarkan untuk mengganti waktunya atau memakai jam istirahat biasa.
- Minta tempat, bukan ruangan baru. Ruang rapat yang tidak terpakai sudah cukup.
Kalimat seperti ini bisa dipakai di kebanyakan tempat kerja:
“Saya Muslim dan sholat di waktu-waktu tertentu setiap hari. Waktunya sekitar sepuluh menit, sekali atau dua kali selama jam kerja. Saya bisa memakai jam istirahat biasa untuk itu. Apakah ada ruangan tenang yang bisa saya pakai?”
Di banyak negara, pemberi kerja diharapkan memberi ruang yang wajar untuk menjalankan ibadah. Aturannya berbeda di tiap negara, jadi kalau kamu menghadapi masalah yang serius, perwakilan serikat pekerja atau layanan bantuan hukum setempat bisa menjelaskan posisimu.
Di sekolah atau universitas
Bicaralah dengan guru, wali kelas, atau bagian layanan mahasiswa. Universitas sering sudah punya musholla atau organisasi mahasiswa Muslim yang tahu di mana orang biasa sholat. Kalau kamu masih sekolah dan belum semua orang di rumah tahu kamu Muslim, berhati-hatilah memilih kepada siapa kamu bercerita. Tulisan kami tentang memberi tahu keluarga membahas hal itu.
Kalau kamu terlewat sholat di tempat kerja
Itu akan terjadi. Rapat molor, waktunya habis. Kerjakan sholatnya secepat mungkin, meskipun itu berarti di rumah pada malam hari, lalu sesuaikan rencanamu untuk besok.
Revertly bisa mengingatkanmu saat setiap waktu sholat masuk dan membantumu menguasai sholat supaya lebih cepat kamu kerjakan. Tidak ada akun dan tidak ada data yang dikumpulkan, jadi tidak ada apa pun tentang ibadahmu yang keluar dari ponselmu.
Belajar sholat, langkah demi langkah
Revertly membawa Muslim baru dari wudhu sampai sholat yang lengkap dalam tujuh hari.