Waktu Sholat Lima Waktu: Kapan Setiap Sholat Dikerjakan
Setiap sholat wajib punya rentang waktu tertentu berdasarkan posisi matahari. Inilah kapan setiap sholat dimulai dan berakhir, dan apa yang dilakukan kalau kamu terlewat.
Oleh Benjamin · · 6 menit baca
Mengapa Waktu Sholat Berubah-ubah?
Salah satu hal pertama yang disadari Muslim baru tentang waktu sholat adalah waktunya berbeda setiap hari, dan berbeda dari satu kota ke kota lain. Ini karena waktu sholat tidak ditentukan oleh jam. Waktu sholat ditentukan oleh posisi matahari di langit dilihat dari lokasimu di bumi.
Seiring bumi mengelilingi matahari sepanjang tahun, panjang siang berubah. Di musim panas, siang lebih panjang, jadi jarak antara Subuh dan Maghrib makin lebar. Di musim dingin, siang lebih pendek, dan waktu-waktu sholat makin berdekatan. Kalau kamu tinggal di kota di belahan utara seperti London atau Toronto, perbedaan waktu sholat antara musim panas dan musim dingin akan sangat terasa. Kalau kamu tinggal dekat khatulistiwa, seperti di Indonesia, pergeserannya jauh lebih kecil.
Karena itulah umat Islam memakai jadwal sholat atau aplikasi, bukan jadwal yang tetap. Waktunya dihitung ulang untuk lokasimu dan tanggal hari itu, sehingga tepat sampai ke menitnya.
Lima Sholat dan Rentang Waktunya
Setiap sholat punya rentang waktu untuk dikerjakan. Yang paling baik adalah sholat sedekat mungkin dengan awal waktunya, tapi sholatmu sah kapan pun selama masih di dalam rentang waktunya.
Subuh: Sholat Fajar
Waktu Subuh dimulai saat fajar shadiq, yaitu saat garis cahaya tipis pertama muncul melintang di cakrawala. Ini tidak sama dengan matahari terbit; fajar shadiq muncul cukup lama sebelum matahari benar-benar naik. Waktu Subuh berakhir saat matahari terbit. Di kebanyakan tempat, kamu punya waktu sekitar 60 sampai 90 menit untuk sholat, tergantung waktu dalam setahun.
Subuh terdiri dari dua rakaat, sehingga menjadi sholat wajib yang paling pendek. Kami membahas setiap langkahnya di panduan sholat Subuh untuk pemula. Banyak Muslim merasa Subuh paling sulit dijaga karena harus bangun sebelum fajar, tapi Subuh juga disebut sebagai salah satu yang paling besar pahalanya. Keheningan pagi buta, sebelum dunia terbangun, menciptakan suasana yang sangat tenang untuk mendekat kepada Allah.
Dzuhur: Sholat Tengah Hari
Waktu Dzuhur dimulai saat matahari melewati titik tertingginya di langit (zenit) dan mulai condong. Dalam praktiknya, ini sedikit setelah tengah hari menurut matahari, bukan pukul 12.00 di jam, tapi titik tengah hari yang sebenarnya berdasarkan posisi matahari. Waktu Dzuhur berakhir saat waktu Ashar dimulai.
Dzuhur terdiri dari empat rakaat. Bagi banyak orang, waktunya jatuh di jam kerja atau jam sekolah. Muslim yang sholat Dzuhur di tempat kerja sering mencari ruangan yang tenang, kantor, atau ruang rapat yang kosong. Sholatnya memakan waktu sekitar lima sampai tujuh menit setelah kamu terbiasa.
Ashar: Sholat Sore
Waktu Ashar dimulai saat bayangan sebuah benda sama panjang dengan benda itu sendiri (ditambah panjang bayangan saat tengah hari). Mazhab-mazhab fikih punya pendapat yang sedikit berbeda tentang hal ini: mazhab Hanafi berpendapat Ashar dimulai saat bayangan dua kali panjang bendanya. Karena itu, kamu mungkin melihat dua pilihan waktu Ashar di sebagian aplikasi jadwal sholat. Waktu Ashar berakhir sesaat sebelum matahari terbenam.
Ashar terdiri dari empat rakaat. Nabi Muhammad ﷺ menekankan pentingnya tidak meninggalkan sholat Ashar, sehingga sholat ini punya kedudukan khusus dalam tradisi Islam.
Maghrib: Sholat Matahari Terbenam
Waktu Maghrib dimulai segera setelah matahari tenggelam sepenuhnya di bawah cakrawala. Rentang waktunya relatif pendek dibanding sholat lain. Waktu Maghrib berlangsung sampai mega merah hilang dari langit barat, biasanya 60 sampai 90 menit setelah matahari terbenam. Karena waktunya lebih pendek, banyak Muslim mengutamakan sholat Maghrib tepat waktu.
Maghrib terdiri dari tiga rakaat, satu-satunya di antara lima sholat wajib (yang lain dua atau empat rakaat). Maghrib juga waktu umat Islam berbuka puasa di bulan Ramadan, sehingga terasa sangat bermakna di bulan itu.
Isya: Sholat Malam
Waktu Isya dimulai setelah mega senja benar-benar hilang dan langit sudah gelap sepenuhnya. Menurut banyak ulama, waktunya berlangsung sampai tengah malam (titik tengah antara Maghrib dan Subuh), meskipun sebagian ulama memperpanjangnya sampai Subuh. Isya terdiri dari empat rakaat.
Isya biasanya sholat terakhir dalam sehari. Banyak Muslim melanjutkan Isya dengan sholat sunnah tambahan, termasuk sholat witir, yang dianjurkan terutama di bulan Ramadan.
Bagaimana Lokasi Memengaruhi Waktu Sholat
Karena waktu sholat berdasarkan matahari, lokasimu di bumi sangat memengaruhi jadwal harianmu.
- Garis lintang berpengaruh. Orang yang tinggal lebih dekat ke kutub mengalami perbedaan yang jauh lebih ekstrem antara musim panas dan musim dingin. Di Eropa utara atau Kanada, Subuh di musim panas bisa sedini pukul 02.00 atau 03.00, sementara di musim dingin, Isya dan Subuh bisa relatif berdekatan.
- Garis bujur juga berpengaruh. Dua kota di garis lintang yang sama tapi garis bujur berbeda akan punya waktu sholat yang berbeda, karena matahari sampai di sana pada saat yang berbeda.
- Ketinggian dan zona waktu pengaruhnya lebih kecil tapi tetap ada. Tempat yang lebih tinggi bisa melihat matahari sedikit lebih awal dan lebih lama, dan batas zona waktu membuat jam di tanganmu belum tentu sama persis dengan waktu mataharimu.
Karena itulah jadwal sholat umum untuk satu negara tidak cukup akurat. Kamu butuh waktu sholat yang dihitung untuk kotamu, atau idealnya, untuk titik koordinatmu.
Bagaimana Kalau Kamu Terlewat Sholat?
Hidup tidak selalu sesuai rencana. Kamu mungkin kesiangan sampai lewat Subuh, terjebak rapat saat Dzuhur, atau sekadar lupa waktu. Kalau kamu terlewat sholat, yang paling penting adalah segera menggantinya begitu kamu ingat atau begitu kamu bisa. Sholat yang diganti di luar waktunya disebut qadha.
Cara mengqadha sholat sama persis dengan sholat tepat waktu. Kamu berwudhu, menghadap kiblat, dan sholat dengan jumlah rakaat dan bacaan yang sama. Satu-satunya bedanya, kamu mengerjakannya di luar waktu aslinya.
Jangan biarkan sholat yang terlewat membuatmu patah semangat. Rasa khawatirmu itu menunjukkan hatimu ada di tempat yang benar. Nabi Muhammad ﷺ mengajarkan bahwa siapa yang lupa sholat atau tertidur hingga terlewat, hendaklah ia sholat begitu ia ingat. Tidak ada dosa karena benar-benar lupa atau tertidur. Dosanya ada pada sengaja memilih untuk tidak sholat sama sekali.
Sebagai Muslim baru, kamu masih membangun kebiasaan. Ada hari ketika kamu bisa sholat tepat waktu semuanya. Ada hari lain ketika satu atau dua terlewat. Itu bagian dari proses belajar. Yang penting, kamu terus mencoba, terus memperbaiki diri, dan tidak pernah meninggalkan kebiasaan ini sepenuhnya.
Memakai Aplikasi dan Alat Jadwal Sholat
Karena waktu sholat berubah setiap hari dan bergantung pada lokasimu, aplikasi jadwal sholat hampir menjadi kebutuhan bagi setiap Muslim yang menjalankan ibadahnya saat ini. Aplikasi jadwal sholat yang baik akan menghitung waktu sholatmu berdasarkan GPS, mengirim pemberitahuan sebelum setiap sholat supaya kamu bisa bersiap, dan menyesuaikan sendiri saat musim berganti.
Saat memilih aplikasi, cari yang memungkinkanmu memilih metode perhitungan dan mazhab. Lembaga-lembaga Islam memakai rumus yang sedikit berbeda untuk menghitung waktu Subuh dan Isya khususnya, dan memakai metode yang dianjurkan masjid setempat memastikan waktumu sama dengan komunitasmu.
Revertly punya waktu sholat bawaan yang dihitung berdasarkan lokasimu, dengan beberapa metode perhitungan supaya kamu bisa menyamakannya dengan standar yang dipakai komunitas setempat. Revertly mengirim pengingat yang lembut untuk setiap sholat, membantumu membangun dan menjaga kebiasaan sholat selama kamu belajar.
Membangun Kebiasaan Sholat
Tahu kapan harus sholat adalah langkah pertama. Langkah kedua adalah membangun kebiasaan yang membuatnya terasa alami. Berikut beberapa tips yang dirasakan membantu oleh banyak Muslim:
- Mulai dari sholat yang paling cocok dengan jadwalmu sekarang. Kalau kamu sudah terjaga saat Dzuhur dan Ashar, mulailah dari situ. Tambahkan yang lain seiring kebiasaanmu terbentuk.
- Pasang alarm atau pemberitahuan. Sampai sholat tepat waktu menjadi kebiasaan, biarkan ponselmu yang mengingatkan. Banyak Muslim tetap menyalakan pemberitahuan sholat selama bertahun-tahun, bahkan setelah terbiasa.
- Sholat di tempat yang sama setiap hari. Punya tempat khusus untuk sholat, walau hanya sudut kamar dengan sajadah yang terbentang, membuat sholat lebih mudah dimulai.
- Utamakan rutin sebelum sempurna. Sholat lima kali sehari, walau belum sempurna, jauh lebih berharga daripada menunggu sampai semua kata Arabnya hafal. Bangun kebiasaannya dulu. Penyempurnaannya akan datang sendiri lewat pengulangan.
Sholat lima waktu adalah irama hidup seorang Muslim. Sholat menandai setiap hari dengan saat-saat tenang, syukur, dan kedekatan dengan Allah. Begitu kamu tahu kapan setiap sholat jatuh dan mulai mengerjakannya secara rutin, seluruh harimu akan mulai tertata di sekelilingnya.
Belajar sholat, langkah demi langkah
Revertly membawa Muslim baru dari wudhu sampai sholat yang lengkap dalam tujuh hari.