Cara Menentukan Arah Kiblat untuk Sholat
Setiap sholat dilakukan menghadap Ka'bah di Makkah. Inilah cara menemukan arah kiblat dari mana pun di dunia, dengan cara-cara yang sederhana dan praktis.
Oleh Benjamin · · 5 menit baca
Apa Itu Kiblat?
Kiblat adalah arah yang dihadapi umat Islam saat sholat. Tepatnya, kiblat adalah arah menuju Ka'bah, bangunan berbentuk kubus di tengah Masjidil Haram di Makkah, Arab Saudi. Di New York, London, Jakarta, atau di desa kecil mana pun, kamu menghadap ke Ka'bah saat sholat.
Ka'bah tidak disembah. Umat Islam tidak sholat kepada Ka'bah. Ka'bah menjadi titik arah bersama, supaya umat Islam di seluruh dunia menghadap ke arah yang sama, sebagai lambang persatuan umat. Saat sholat, kamu berdiri di hadapan Allah, dan kiblat hanyalah arah bersama bagi semua orang beriman.
Mengapa Umat Islam Menghadap Kiblat?
Menghadap kiblat saat sholat adalah syarat dalam Islam, berdasarkan perintah langsung dari Allah dalam Al-Quran. Di awal sejarah Islam, umat Islam sholat menghadap Yerusalem (Masjidil Aqsa). Lalu, kira-kira enam belas bulan setelah Nabi Muhammad ﷺ hijrah ke Madinah, Allah menurunkan ayat yang memerintahkan umat Islam menghadapkan wajah ke Masjidil Haram di Makkah. Perubahan ini dikenal sebagai Tahwil al-Qiblah(perpindahan kiblat), dan sejak itu Ka'bah menjadi arah sholat.
Kiblat menyatukan umat Islam dengan cara yang sangat nyata. Lima kali sehari, ratusan juta orang di seluruh dunia menghadap ke titik yang sama di bumi. Ini pengingat yang kuat bahwa sejauh apa pun jarak di antara umat Islam, mereka terhubung lewat ibadah mereka.
Cara 1: Memakai Aplikasi Kompas Kiblat di Ponsel
Inilah cara yang paling mudah dan paling umum sekarang. Ada banyak aplikasi kiblat gratis untuk iPhone maupun Android. Unduh salah satunya, buka, dan ponselmu akan memakai GPS dan kompas bawaan untuk menunjukkan arah yang benar.
Beberapa pilihan yang populer antara lain fitur kiblat di Muslim Pro, aplikasi Qibla Compass, dan situs Qibla Finder gratis dari Google (qiblafinder.withgoogle.com), yang bisa dibuka di browser ponselmu.
Beberapa tips supaya hasil dari ponselmu akurat:
- Kalibrasi kompas ponselmu dulu. Buka aplikasi kompas dan gerakkan ponselmu membentuk angka delapan beberapa kali. Ini membantu sensornya membaca dengan akurat, terutama kalau sudah lama tidak dipakai.
- Jauhi benda logam yang besar. Magnet, barang elektronik, dan rangka logam bisa mengganggu kompas ponselmu. Menjauhlah dari komputer, kulkas, atau meja logam saat mengecek arah kiblat.
- Pegang ponselmu mendatar. Kebanyakan aplikasi kiblat bekerja paling baik saat ponsel dipegang mendatar, sejajar dengan lantai, bukan tegak.
Cara 2: Memakai Kompas Biasa
Kalau kamu punya kompas biasa, kamu bisa menemukan kiblat dengan mencari derajat arah kiblat untuk kotamu. Derajat arah kiblat berbeda-beda tergantung lokasimu, karena mengikuti jalur terpendek di permukaan bumi (lingkaran besar) menuju Makkah.
Misalnya, dari sebagian besar Amerika Utara, kiblat kira-kira mengarah ke timur laut, bukan tenggara seperti yang dikira banyak orang. Ini karena jalur terpendek dari Amerika Utara ke Makkah melewati Atlantik Utara. Dari Inggris, kiblat kira-kira ke arah tenggara. Dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia, kiblat kira-kira ke arah barat agak ke barat laut.
Kamu bisa menemukan derajat yang tepat untuk kotamu dengan mencari “arah kiblat” diikuti nama kotamu di internet. Setelah tahu derajatnya, cukup arahkan kompasmu dan menghadaplah ke arah itu.
Cara 3: Memakai Matahari
Dua kali setahun, matahari berada tepat di atas Ka'bah di Makkah. Pada hari-hari itu, kamu bisa menemukan arah kiblat yang tepat hanya dengan melihat posisi matahari saat itu. Peristiwa ini terjadi sekitar tanggal 28 Mei dan 16 Juli, kira-kira pukul 12.18 waktu Makkah (09.18 GMT). Pada tanggal-tanggal itu, bayangan apa pun pada saat tersebut menunjuk ke arah yang berlawanan dengan kiblat, artinya kamu menghadap ke arah matahari.
Cara ini menarik untuk diketahui, tapi tentu terbatas pada dua saat dalam setahun. Untuk sehari-hari, aplikasi di ponsel atau kompas jauh lebih praktis.
Cara 4: Mengikuti Arah Masjid Terdekat
Kalau kamu tinggal dekat masjid, kamu sudah punya patokan kiblat. Masjid dibangun supaya ruang sholatnya menghadap kiblat. Dinding tempat imam berdiri di depannya (ditandai ceruk yang disebut mihrab) menghadap langsung ke Makkah. Kalau kamu tahu masjid di dekatmu menghadap ke arah mana, kamu bisa memakai arah yang sama di rumah atau di kantor.
Cara ini sangat membantu kalau kamu sholat di rumah orang lain atau di tempat baru. Kalau mereka sudah punya tempat sholat, kamu bisa percaya arahnya sudah benar.
Bagaimana Kalau Kamu Tidak Yakin?
Ini hal menenangkan yang perlu didengar banyak Muslim baru: kamu tidak perlu sangat tepat menghadap kiblat agar sholatmu sah. Para ulama sejak dulu menjelaskan bahwa yang dituntut adalah usaha terbaikmu yang wajar untuk menghadap ke arah yang benar secara umum, bukan ketepatan sampai ke derajat yang persis.
Kalau kamu dalam keadaan tidak bisa menentukan kiblat (tidak ada ponsel, tidak ada kompas, dan tidak ada orang di dekatmu untuk ditanya), maka kamu menentukan arah sebaik mungkin menurut perkiraanmu, lalu sholat. Sholatmu sah. Allah mengetahui keadaanmu dan niatmu.
Nabi Muhammad ﷺ bersabda bahwa seluruh bumi telah dijadikan tempat sholat. Kiblat itu penting, tapi jangan sampai menjadi penghalang yang membuatmu tidak sholat. Lakukan yang terbaik dan sholatlah dengan yakin.
Menemukan Kiblat dalam Berbagai Keadaan
Di Rumah
Pakai aplikasi kiblat untuk mencari arahnya sekali, lalu pilih patokan tetap di kamarmu: dinding, jendela, atau perabot. Setelah itu, kamu selalu tahu harus menghadap ke mana tanpa perlu mengecek ponsel setiap kali.
Di Tempat Kerja atau Sekolah
Cek arah kiblat di ponselmu saat pertama kali sholat di tempat baru. Banyak Muslim yang sholat di tempat kerja mencari ruangan yang tenang, ruang rapat, atau bahkan tangga darurat, lalu mengingat arahnya sekali supaya bisa cepat bersiap sholat setiap hari.
Saat Bepergian
Saat kamu berada di kota atau negara baru, aplikasi kiblatmu akan menyesuaikan sendiri berdasarkan lokasi GPS. Di hotel, beberapa kamar di negara mayoritas Muslim bahkan punya tanda panah kiblat di langit-langit atau stiker di dalam laci meja. Di pesawat, sebagian Muslim sholat di ruang yang tersedia dan menghadap ke arah terbaik yang bisa mereka perkirakan. Para ulama sepakat bahwa sholat dalam perjalanan punya kelonggaran, dan Allah memahami keterbatasan saat sedang bepergian.
Biarkan Teknologi Membantumu
Menemukan kiblat tidak pernah semudah sekarang. Dulu perlu ilmu falak atau kompas, kini cukup beberapa detik dengan ponselmu. Kalau kamu sedang membangun kebiasaan sholat dan ingin aplikasi yang membantu lebih dari sekadar kiblat, termasuk waktu sholat yang dihitung untuk lokasimu, Revertly menyediakan waktu sholat berdasarkan lokasi, jadi kamu selalu tahu kapan dan ke mana harus sholat.
Yang paling penting bukan menemukan kiblat dengan ketepatan sempurna. Yang paling penting adalah berdiri, menghadap ke arah terbaik yang kamu bisa, lalu sholat. Menghadap ke Makkah lima kali sehari menghubungkanmu dengan lebih dari satu miliar orang yang melakukan hal yang sama, semua menghadap ke titik yang sama, semua berdiri di hadapan Allah yang sama. Hubungan itulah makna sebenarnya dari kiblat.
Belajar sholat, langkah demi langkah
Revertly membawa Muslim baru dari wudhu sampai sholat yang lengkap dalam tujuh hari.