Cara Sholat dalam Islam: Panduan untuk Pemula

Pengantar sholat yang jelas untuk Muslim baru. Membahas lima sholat wajib, bacaan, gerakan, dan cara membangun kebiasaan.

Oleh Benjamin · · 8 menit baca

Pengantar: Sholat Adalah Inti Islam

Sholat (shalat) adalah rukun Islam kedua dan ibadah harian terpenting dalam hidup setiap Muslim. Sholat adalah percakapan langsung dan pribadi antara kamu dan Allah, tanpa perantara, tanpa pendeta, dan tanpa harus di bangunan khusus. Hanya kamu, berdiri di hadapan Penciptamu, lima kali sehari.

Kalau kamu baru mengenal Islam, belajar sholat mungkin terasa berat di awal. Ada kata Arab yang perlu dihafal, gerakan yang perlu dipelajari, dan waktu tertentu yang perlu diikuti. Tapi sebenarnya lebih sederhana dari yang kamu kira. Jutaan Muslim di seluruh dunia (termasuk anak-anak) sholat setiap hari. Kamu juga bisa mempelajarinya, dan halaman ini membahas semua yang kamu butuhkan untuk memulai.

Lima Sholat Wajib Harian

Muslim sholat lima kali sehari, dan setiap sholat punya nama, rentang waktu, dan jumlah rakaat (satuan atau putaran) sendiri. Berikut gambaran kelimanya.

  1. Subuh (Sholat Fajar): 2 rakaat. Subuh dikerjakan sebelum matahari terbit, saat fajar mulai menyingsing. Ini sholat yang paling pendek, dan banyak Muslim baru merasa paling mudah memulai dari sini. Untuk panduan lengkap dan rinci tentang sholat ini, baca panduan sholat Subuh untuk pemula.

  2. Dzuhur (Sholat Siang): 4 rakaat. Dzuhur dikerjakan setelah matahari melewati titik tertingginya di langit dan mulai condong. Biasanya sekitar awal siang.

  3. Ashar (Sholat Sore): 4 rakaat. Ashar dikerjakan di sore hari, saat bayangan sebuah benda sama panjang atau lebih panjang dari benda itu sendiri. Waktu Ashar berakhir sesaat sebelum matahari terbenam.

  4. Maghrib (Sholat Senja): 3 rakaat. Maghrib dimulai tepat setelah matahari tenggelam di balik cakrawala dan berlangsung sampai mega merah hilang. Waktunya relatif singkat, jadi banyak Muslim berusaha mengerjakannya segera.

  5. Isya (Sholat Malam): 4 rakaat. Isya dikerjakan setelah mega benar-benar hilang dan langit sudah gelap sepenuhnya. Isya boleh dikerjakan kapan saja di malam hari, sampai masuk waktu Subuh.

Setiap sholat ini mengikuti struktur dasar yang sama. Begitu kamu paham cara kerja satu rakaat, pada dasarnya kamu sudah tahu pondasi setiap sholat.

Sebelum Sholat: Persiapan

Sebelum mulai sholat, ada beberapa hal yang perlu kamu siapkan.

Berwudhu

Wudhu adalah cara bersuci yang wajib dilakukan setiap Muslim sebelum sholat. Caranya dengan membasuh tangan, mulut, hidung, wajah, lengan, mengusap kepala, dan membasuh kaki dengan urutan tertentu. Kamu harus dalam keadaan berwudhu supaya sholatmu sah. Kalau kamu belum belajar wudhu, baca dulu panduan wudhu langkah demi langkah sebelum melanjutkan.

Pakaian dan Tempat yang Bersih

Pakaianmu harus bersih dan sopan, menutup tubuh dengan layak. Kamu juga butuh tempat yang bersih untuk sholat. Banyak Muslim memakai sajadah, tapi handuk bersih, karpet, atau bagian lantai mana pun yang bersih juga tidak masalah.

Menghadap Kiblat

Kiblat adalah arah Ka'bah di Makkah, Arab Saudi. Semua Muslim di seluruh dunia menghadap ke arah ini saat sholat. Kamu bisa menemukan kiblat dengan mudah lewat aplikasi kompas di ponselmu. Tidak harus tepat sempurna. Lakukan sebaik yang kamu bisa, dan sholatmu sah. Panduan arah kiblat kami juga membahas cara-cara lain.

Ketahui Waktu Sholat

Setiap sholat harus dikerjakan di dalam waktunya. Jadwal sholat sedikit berubah setiap hari, tergantung lokasimu dan posisi matahari. Memakai aplikasi atau situs jadwal sholat adalah cara paling mudah untuk tetap tepat waktu. Baca penjelasan waktu sholat untuk tahu cara kerja setiap rentang waktunya.

Struktur Satu Rakaat

Rakaat adalah satu putaran lengkap dalam sholat. Setiap sholat terdiri dari jumlah rakaat tertentu, dan setiap rakaat mengikuti urutan gerakan dan bacaan yang sama. Begini satu rakaat dari awal sampai akhir.

  1. Berdiri (Qiyam), Takbir Pembuka: Berdiri tegak menghadap kiblat. Angkat kedua tangan sampai sejajar telinga dan ucapkan "Allahu Akbar" (Allah Maha Besar). Takbir pembuka ini disebut takbiratul ihram, dan menandai dimulainya sholatmu. Letakkan tangan kanan di atas tangan kiri di dada. Di sini mazhab berbeda: ini cara mazhab Syafi'i (banyak ulama Hanbali mengajarkan di dada atau di bawahnya), laki-laki mazhab Hanafi meletakkan tangan di bawah pusar (perempuan di dada), dan dalam mazhab Maliki tangan biasanya dibiarkan lurus di samping badan. Semuanya sah, jadi ikuti apa yang diajarkan masjid di dekatmu.

  2. Membaca Surah Al-Fatihah: Sambil berdiri, bacalah Al-Fatihah, surah pembuka Al-Quran. Al-Fatihah dibaca di setiap rakaat dari setiap sholat.

  3. Membaca Surah Pendek: Setelah Al-Fatihah, bacalah surah pendek apa saja atau beberapa ayat Al-Quran. Banyak pemula memulai dengan Surah Al-Ikhlas (surah ke-112) karena pendek dan mudah dihafal. Surah tambahan ini dibaca di dua rakaat pertama setiap sholat.

  4. Rukuk: Ucapkan "Allahu Akbar" lalu membungkuk, letakkan kedua tangan di lutut dengan punggung lurus. Dalam posisi ini, ucapkan "Subhana Rabbiyal Adheem" (Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung) tiga kali.

  5. Bangkit dari Rukuk: Kembali ke posisi berdiri sambil mengucapkan "Sami'Allahu liman hamidah" (Allah mendengar orang yang memuji-Nya). Setelah tegak, ucapkan "Rabbana wa lakal hamd" (Ya Tuhan kami, bagi-Mu segala puji).

  6. Sujud Pertama: Ucapkan "Allahu Akbar" lalu turun untuk sujud. Dahi, hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan ujung jari kedua kaki semuanya menyentuh lantai. Dalam posisi ini, ucapkan "Subhana Rabbiyal A'la" (Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi) tiga kali. Sujud dianggap saat seseorang paling dekat dengan Allah dalam sholat, jadi jangan terburu-buru di posisi ini.

  7. Duduk Sebentar: Ucapkan "Allahu Akbar" lalu bangkit ke posisi duduk. Diam sejenak, lalu ucapkan "Allahu Akbar" lagi dan turun untuk sujud kedua.

  8. Sujud Kedua: Sujud persis seperti sebelumnya, sambil mengucapkan "Subhana Rabbiyal A'la" tiga kali.

Itu satu rakaat. Lalu kamu mengucapkan "Allahu Akbar" dan berdiri untuk rakaat berikutnya atau tetap duduk (tergantung sedang di bagian mana dalam sholat).

Perbedaan Antarsholat: 2, 3, dan 4 Rakaat

Kelima sholat wajib mengikuti struktur rakaat yang sama, tapi berbeda panjangnya dan kapan kamu duduk untuk tasyahud (bacaan sambil duduk). Begini cara kerjanya.

  • Sholat 2 rakaat (Subuh): Setelah menyelesaikan rakaat kedua, kamu tetap duduk dan membaca tasyahud, lalu mengakhiri sholat dengan salam.

  • Sholat 3 rakaat (Maghrib): Setelah rakaat kedua, kamu duduk dan membaca tasyahud, lalu berdiri untuk rakaat ketiga. Di rakaat ketiga, kamu hanya membaca Al-Fatihah (tanpa surah tambahan). Setelah rakaat ketiga, kamu duduk lagi, membaca tasyahud lengkap, dan mengakhiri dengan salam.

  • Sholat 4 rakaat (Dzuhur, Ashar, Isya): Setelah rakaat kedua, kamu duduk dan membaca tasyahud, lalu berdiri untuk rakaat ketiga dan keempat. Di rakaat ketiga dan keempat, kamu hanya membaca Al-Fatihah (tanpa surah tambahan). Setelah rakaat keempat, kamu duduk, membaca tasyahud lengkap, dan mengakhiri dengan salam.

Tasyahud

Tasyahud adalah pernyataan iman yang dibaca sambil duduk. Bacaannya dimulai dengan: "At-tahiyyatu lillahi was-salawatu wat-tayyibat, as-salamu alayka ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullahi wa barakatuh, as-salamu alayna wa ala ibadillahis-saliheen" (Segala penghormatan, sholawat, dan kebaikan adalah milik Allah. Semoga keselamatan tercurah kepadamu, wahai Nabi, beserta rahmat Allah dan berkah-Nya. Semoga keselamatan tercurah kepada kami dan kepada hamba-hamba Allah yang saleh). Lalu dilanjutkan dengan: "Ash-hadu an la ilaha illallah, wa ash-hadu anna Muhammadan abduhu wa rasuluh" (Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya).

Salam (Mengakhiri Sholat)

Untuk mengakhiri sholat, palingkan kepala ke kanan dan ucapkan "As-salamu alaykum wa rahmatullah" (Semoga keselamatan dan rahmat Allah tercurah kepadamu). Lalu palingkan kepala ke kiri dan ucapkan kalimat yang sama. Dengan itu sholatmu selesai.

Apa yang Dibaca dalam Sholat

Bacaan Arab mungkin terasa menakutkan di awal, tapi kamu hanya perlu mempelajari beberapa kalimat untuk memulai.

Surah Al-Fatihah (Surah Pembuka)

Al-Fatihah adalah surah terpenting untuk dipelajari karena dibaca di setiap rakaat. Surah ini terdiri dari tujuh ayat pendek. Berikut transliterasinya:

Bismillahir Rahmanir Raheem. Alhamdu lillahi Rabbil aalameen. Ar-Rahmanir Raheem. Maliki yawmid-deen. Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'een. Ihdinas-siratal mustaqeem. Siratal-latheena an'amta alayhim, ghayril maghdoobi alayhim walad- dalleen. Ameen.

Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus. Yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya, bukan jalan mereka yang dimurkai, dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Amin.

Surah Al-Ikhlas (Surah ke-112)

Ini surah pendek yang paling mudah untuk memulai. Panjangnya hanya empat ayat, dan sering menjadi surah pertama yang dihafal Muslim baru setelah Al-Fatihah:

Bismillahir Rahmanir Raheem. Qul huwa Allahu ahad. Allahus-samad. Lam yalid wa lam yulad. Wa lam yakun lahu kufuwan ahad.

Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Katakanlah, Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.

Bacaan Penting di Setiap Gerakan

  • Berdiri dan perpindahan gerakan: "Allahu Akbar" (Allah Maha Besar)
  • Rukuk: "Subhana Rabbiyal Adheem" (Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung), dibaca tiga kali
  • Bangkit dari rukuk: "Sami'Allahu liman hamidah" (Allah mendengar orang yang memuji-Nya)
  • Sujud: "Subhana Rabbiyal A'la" (Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi), dibaca tiga kali
  • Penutup (salam): "As-salamu alaykum wa rahmatullah" (Semoga keselamatan dan rahmat Allah tercurah kepadamu), ke kanan lalu ke kiri

Tips untuk Pemula

Belajar sholat butuh waktu, dan itu sama sekali tidak apa-apa. Berikut beberapa tips praktis untuk membantumu.

  • Mulai dari Subuh. Subuh hanya dua rakaat, jadi paling pendek dan paling sederhana di antara kelima sholat. Setelah kamu nyaman dengan Subuh, tambahkan sholat lainnya sedikit demi sedikit.
  • Tidak apa-apa membaca dari kartu atau ponsel di awal. Banyak ulama berpendapat Muslim baru boleh memegang catatan atau ponsel berisi bacaan saat sholat. Kamu sedang belajar, dan Allah tahu niatmu.
  • Fokus pada gerakan dulu, lalu tambahkan bacaan Arab sedikit demi sedikit. Biasakan dulu alur gerakannya: berdiri, rukuk, sujud, dan duduk. Setelah gerakannya terasa alami, mulai tambahkan bacaan Arabnya satu per satu.
  • Jangan bandingkan dirimu dengan orang yang sudah sholat sejak kecil. Orang yang sholat sejak kecil sudah berlatih bertahun-tahun (kadang puluhan tahun). Kamu sedang mempelajari sesuatu yang benar-benar baru, dan itu butuh keberanian.
  • Rutin lebih penting daripada sempurna. Jauh lebih baik sholat setiap hari dengan beberapa kesalahan daripada menunggu sampai semuanya hafal dengan sempurna. Bangun kebiasaannya dulu. Kesempurnaan datang dengan latihan.
  • Pakai alat yang dibuat untuk orang yang sedang belajar. Revertly dibuat persis untuk ini. Setiap sholat diuraikan gerakan demi gerakan, dengan teks Arab, transliterasi, dan audio, supaya kamu bisa belajar sesuai kecepatanmu.

Sholat Pertamamu Adalah yang Paling Berat

Setiap Muslim yang sekarang lancar sholat dulu pernah berdiri di posisimu sekarang. Mereka dulu juga terbata-bata membaca bahasa Arab yang asing, lupa sedang di rakaat ke berapa, dan bertanya-tanya apakah mereka sudah melakukannya dengan benar. Dan mereka terus melangkah.

Sholat pertama adalah yang paling berat. Sholat kedua sedikit lebih mudah. Setelah seminggu, sebulan, setahun, sholat menjadi sealami bernapas. Tidak ada yang mengharapkan kamu sempurna. Yang diharapkan darimu adalah hadir, mencoba, dan percaya bahwa Allah melihat usahamu dan menerimanya.

Jadi tarik napas dalam-dalam, berwudhu, hadapkan dirimu ke kiblat, lalu mulailah. Setelah "Allahu Akbar" yang pertama itu, semuanya akan berjalan pada tempatnya, satu sholat demi satu sholat.

Belajar sholat, langkah demi langkah

Revertly membawa Muslim baru dari wudhu sampai sholat yang lengkap dalam tujuh hari.

Baca juga