Tata cara sholat Dzuhur, langkah demi langkah

Sholat Dzuhur terdiri dari 4 rakaat fardhu yang dibaca pelan. Sebelumnya ada 2 atau 4 rakaat sunnah qabliyah, dan sesudahnya 2 atau 4 rakaat ba'diyah. Tasyahud awal setelah rakaat kedua, tasyahud akhir di rakaat keempat.

Sholat bersama

Ketuk Lanjut setiap kali kamu berpindah gerakan. Setiap langkah menunjukkan gerakan, bacaan, dan berapa kali dibaca.

Rakaat 1 dari 4 · Langkah 1 dari 33

Niat dan takbiratul ihram

Dibaca pelan (sirr)

Berdiri tegak menghadap kiblat. Niatkan di dalam hati sholat yang akan kamu kerjakan. Angkat kedua tangan setinggi bahu sambil mengucapkan Allaahu akbar, lalu letakkan tangan kanan di atas tangan kiri, di antara dada dan pusar.

Takbir

اللَّهُ أَكْبَرُ

Allaahu akbar

Allah Mahabesar

Kalau kamu belum hafal Al-Fatihah, kamu tetap bisa sholat sambil mempelajarinya. Begini caranya

Langkah-langkah di halaman ini mengikuti mazhab Syafi'i, yang diikuti sebagian besar muslim di Indonesia. Perbedaan dengan mazhab lain ada di catatan di bawah.

Rakaat demi rakaat

Qabliyah · 2 atau 4

RakaatBacaanKeras atau pelanLalu
1Al-Fatihah dan suratDibaca pelan (sirr)Berdiri
2Al-Fatihah dan suratDibaca pelan (sirr)Tasyahud akhir dan salam

Fardhu · 4

RakaatBacaanKeras atau pelanLalu
1Al-Fatihah dan suratDibaca pelan (sirr)Berdiri
2Al-Fatihah dan suratDibaca pelan (sirr)Tasyahud awal, lalu berdiri
3Al-Fatihah sajaDibaca pelan (sirr)Berdiri
4Al-Fatihah sajaDibaca pelan (sirr)Tasyahud akhir dan salam

Ba'diyah · 2 atau 4

RakaatBacaanKeras atau pelanLalu
1Al-Fatihah dan suratDibaca pelan (sirr)Berdiri
2Al-Fatihah dan suratDibaca pelan (sirr)Tasyahud akhir dan salam

Cara lain yang mungkin kamu lihat

  • Kalau ingin 4 rakaat qabliyah atau ba'diyah, kerjakan 2 rakaat di bawah ini dua kali, masing-masing diakhiri salam. Mazhab Hanafi mengerjakan 4 rakaat qabliyah sekaligus dengan satu salam.
  • Mengangkat tangan: dalam mazhab Syafi'i kedua tangan diangkat setinggi bahu saat takbiratul ihram, saat akan rukuk, saat i'tidal, dan saat berdiri dari tasyahud awal. Mazhab Hanafi dan Maliki hanya mengangkatnya saat takbiratul ihram.
  • Letak tangan: mazhab Syafi'i meletakkan tangan di antara dada dan pusar. Ada yang meletakkannya di dada, mazhab Hanafi di bawah pusar, dan banyak pengikut mazhab Maliki membiarkannya lurus di samping.
  • Doa iftitah: di sini dipakai "Allaahu akbar kabiiraa". Banyak orang di Indonesia membaca "Wajjahtu" atau menggabungkan keduanya, dan ada yang membaca "Subhaanakallaahumma". Semuanya berasal dari hadits.
  • Di antara dua sujud, banyak orang Indonesia membaca doa yang lebih panjang: Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa 'aafinii wa'fu 'annii. "Rabbighfirlii" saja sudah cukup.
  • Tasyahud awal: dalam mazhab Syafi'i disunnahkan menambahkan shalawat pendek setelahnya. Banyak juga yang menambahkan kata "sayyidinaa" sebelum nama Nabi dalam shalawat.
  • Cara duduk: duduk iftirasy (di atas kaki kiri, kaki kanan ditegakkan) di antara dua sujud dan saat tasyahud awal, dan duduk tawarruk (duduk di lantai, kaki kiri di bawah kaki kanan) saat tasyahud akhir.
  • Lafaz tasyahud: di sini dipakai tasyahud Ibnu Abbas seperti dalam mazhab Syafi'i. Mazhab Hanafi dan Hanbali memakai tasyahud Ibnu Mas'ud ("Attahiyyaatu lillaahi wash shalawaatu..."). Keduanya shahih.
  • Perempuan sholat dengan cara yang sama. Dalam mazhab Syafi'i perempuan merapatkan anggota badannya saat rukuk dan sujud, dan tidak mengeraskan bacaan bila ada laki-laki bukan mahram yang mendengar.

Pertanyaan umum

Sholat Dzuhur berapa rakaat?

4 rakaat fardhu. Dengan sunnahnya, 2 atau 4 sebelum dan 2 atau 4 sesudah, jumlahnya 8 sampai 12 rakaat.

Apakah bacaan sholat Dzuhur dikeraskan?

Tidak. Semua rakaat Dzuhur dibaca pelan, juga saat berjamaah.

Apa yang dibaca di rakaat ketiga dan keempat?

Al-Fatihah saja, tanpa surat tambahan.

Semua sholat

Sholat dengan audio

Aplikasi Revertly menuntunmu di setiap sholat dengan audio: sebuah figur bergerak ke setiap posisi sambil bacaannya diperdengarkan.