Kesalahan Umum Muslim Baru dalam Sholat (dan Cara Memperbaikinya)

Kalau kamu Muslim baru dan khawatir sholatmu salah, kamu tidak sendirian. Ini kesalahan yang paling sering terjadi dan cara sederhana untuk memperbaikinya, tanpa menghakimi.

Oleh Benjamin · · 7 menit baca

Setiap Muslim Pernah Berada di Posisimu

Ini hal yang perlu didengar setiap Muslim baru: setiap Muslim yang sekarang lancar sholat dulu pernah sama sekali tidak tahu apa yang dia lakukan. Mereka semua pernah terbata-bata membaca bahasa Arab, lupa sedang di rakaat ke berapa, berdiri padahal seharusnya duduk, dan bertanya-tanya apakah sholatnya sah. Sholat adalah keterampilan, dan seperti keterampilan lain, butuh proses belajar.

Kalau sekarang kamu masih membuat kesalahan dalam sholat, itu bukan berarti kamu gagal. Itu berarti kamu sedang belajar. Dan kenyataan bahwa kamu tetap datang untuk sholat meski ragu dan belum sempurna, itu sendiri adalah ibadah yang dilihat dan dihargai Allah. Nabi Muhammad ﷺ bersabda bahwa Allah melihat hati dan niatmu, bukan hanya perbuatan lahiriahmu. Ketulusanmu lebih penting daripada pelafalanmu.

Meski begitu, memahami kesalahan umum dan cara memperbaikinya akan membantumu lebih percaya diri dan memperdalam sholatmu seiring waktu. Berikut yang paling sering terjadi, tanpa menghakimi. Kalau kamu butuh urutan lengkapnya dari awal, baca panduan sholat untuk pemula.

Terburu-buru dalam Gerakan

Ini mungkin kesalahan yang paling umum, dan sangat bisa dimengerti. Saat kamu gugup dan ragu, nalurimu ingin menyelesaikan sholat secepat mungkin. Kamu berpindah dari berdiri ke rukuk ke sujud begitu cepat sampai setiap posisi hampir tidak sampai satu detik.

Kenapa Ini Penting

Sholat dalam Islam seharusnya dikerjakan dengan khusyuk: hadir dengan tenang dan fokus. Setiap posisi punya tujuan dan bacaannya sendiri. Kalau kamu terburu-buru, kamu kehilangan manfaat spiritual dari setiap momennya. Nabi Muhammad ﷺ pernah melihat seorang laki-laki yang sholat dengan terburu-buru, lalu menyuruhnya kembali dan sholat lagi, karena dia belum benar-benar sholat. Tenang sejenak (tuma'ninah) di setiap posisi adalah bagian dari sahnya sholat.

Cara Memperbaikinya

  • Berhenti sejenak di setiap posisi. Setelah masuk ke posisi rukuk, tetaplah di sana cukup lama untuk membaca dzikirnya setidaknya sekali dengan tenang. Begitu juga saat sujud dan di setiap posisi lainnya.
  • Pakai hitungan sederhana. Kalau kamu tidak yakin berapa lama harus bertahan di satu posisi, coba hitung sampai tiga pelan-pelan dalam hati setelah selesai membaca bacaannya. Ini memberimu cukup waktu untuk tenang di posisi itu.
  • Sholat sendiri dulu. Kalau sholat berjamaah membuatmu merasa harus mengejar, berlatihlah dulu di rumah sesuai kecepatanmu sampai gerakannya terasa alami. Lalu ikut berjamaah saat kamu sudah lebih nyaman.

Kesulitan dengan Pelafalan Bahasa Arab

Hal ini menimbulkan kecemasan lebih dari hampir apa pun. Bacaan sholat dalam bahasa Arab, dan kalau bahasa Arab bukan bahasa ibumu, melafalkannya dengan benar bisa terasa berat. Kamu mungkin khawatir salah melafalkan satu kata akan mengubah artinya atau membuat sholatmu batal sepenuhnya.

Kenyataan yang Menenangkan

Allah tahu keadaanmu. Dia tahu kamu sedang mempelajari bahasa baru semata-mata untuk berkomunikasi dengan-Nya, dan usaha itu sangat dihargai. Para ulama secara konsisten menegaskan bahwa yang penting adalah melakukan sebaik yang kamu bisa selama masih belajar. Sholat dengan bahasa Arab yang belum sempurna dan hati yang tulus jauh lebih baik daripada tidak sholat sama sekali.

Cara Memperbaikinya

  • Pelajari surah-surah pendek dulu. Mulai dari Surah Al-Fatihah (yang dibaca di setiap rakaat) dan satu atau dua surah pendek seperti Surah Al-Ikhlas atau Surah Al-Kautsar. Kuasai ini dulu sebelum mencoba mempelajari yang lain.
  • Dengarkan dan ulangi. Cari rekaman bacaan yang terpercaya dan dengarkan berulang-ulang. Lalu coba baca bersamanya. Mendengar pelafalan yang benar melatih telinga dan lidahmu seiring waktu.
  • Pakai transliterasi sebagai jembatan, bukan tongkat. Transliterasi (bahasa Arab yang ditulis dengan huruf Latin) adalah titik awal yang membantu, tapi cobalah beralih membaca huruf Arab seiring kemajuanmu, karena transliterasi tidak bisa menangkap semua bunyi dengan tepat.
  • Fokus pada bunyi yang paling sulit. Beberapa huruf Arab tidak punya padanan dalam bahasa kita, seperti bunyi "ha" yang dalam, "ain", atau bunyi "s" dan "d" yang tebal. Ini butuh waktu. Latih pelan-pelan, dan jangan biarkan keinginan untuk sempurna menghalangimu sholat.

Lupa Urutan Sholat dan Jumlah Rakaat

Setiap sholat wajib punya jumlah rakaat tertentu, dan urutan dalam setiap rakaat mengikuti pola yang tetap. Saat kamu masih baru, mengingat semua ini bisa terasa seperti menghafal koreografi yang rumit sambil membaca dalam bahasa asing. Lupa hitungan atau lupa apa yang berikutnya sangat sering terjadi.

Cara Memperbaikinya

  • Hafalkan jumlah rakaatnya. Subuh 2, Dzuhur 4, Ashar 4, Maghrib 3, dan Isya 4. Tulis dan simpan catatannya di dekat tempat sholatmu sampai kamu hafal.
  • Pakai jarimu. Sebagian Muslim menghitung rakaat dengan menekuk satu jari setiap selesai satu rakaat. Ini cara sederhana dan praktis supaya tidak lupa hitungan.
  • Kalau lupa hitungan, ambil jumlah yang lebih sedikit. Para ulama menasihatkan, kalau kamu ragu apakah sudah sholat 3 atau 4 rakaat, anggap kamu baru sholat 3 rakaat lalu tambah satu lagi. Lebih baik kelebihan satu daripada kurang satu.
  • Ikuti panduan langkah demi langkah saat sholat. Tidak ada salahnya menyiapkan panduan cetak atau aplikasi yang terbuka di dekatmu saat sholat, terutama di awal. Kamu sedang belajar, dan memakai contekan sama sekali tidak masalah.

Tidak Tahu Apa yang Membatalkan Sholat

Muslim baru kadang khawatir tanpa sadar melakukan sesuatu yang membatalkan sholatnya. Kecemasan ini bisa membuat sholat terasa menegangkan, bukan menenangkan. Mengetahui apa yang benar-benar membatalkan sholat (dan apa yang tidak) membantumu sholat dengan lebih percaya diri.

Hal-Hal yang Membatalkan Sholat

  • Sengaja berbicara: mengucapkan kata-kata yang tidak ada hubungannya dengan sholat saat sedang sholat membatalkan sholat.
  • Sengaja makan atau minum: memasukkan apa pun ke mulut saat sholat membatalkannya.
  • Banyak gerakan yang tidak perlu: beberapa gerakan kecil (menggaruk yang gatal, merapikan pakaian) tidak masalah, tapi gerakan besar yang terus-menerus membatalkan sholat.
  • Memalingkan seluruh tubuh dari kiblat: arah sholat harus dijaga sepanjang sholat. Bergeser sedikit tidak masalah, tapi berbalik sepenuhnya membatalkan.
  • Batal wudhu: kalau terjadi sesuatu yang membatalkan wudhumu saat sholat, kamu perlu berhenti, berwudhu lagi, lalu mengulang sholat dari awal.

Hal-Hal yang TIDAK Membatalkan Sholat

  • Salah melafalkan: sholatmu tetap sah.
  • Pikiran melayang: pikiran yang teralihkan dialami semua orang, termasuk orang yang sudah Muslim seumur hidup. Fokuskan lagi dan lanjutkan.
  • Anak kecil memanjat badanmu: Nabi Muhammad ﷺ sendiri tetap melanjutkan sholat saat cucu-cucunya naik ke punggung beliau ketika sujud.
  • Menangis: kalau kamu tersentuh sampai menangis saat sholat, itu justru tanda hati yang lembut, bukan sesuatu yang memalukan.
  • Bersin, menguap, atau batuk: gerakan yang tidak disengaja ini tidak membatalkan sholatmu.

Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Mungkin inilah kesalahan paling merugikan di daftar ini, dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan gerakan sholat. Saat kamu melihat Muslim lain sholat dengan begitu lancar (bacaan Arabnya mengalir sempurna, gerakannya halus dan terlatih, konsentrasinya seolah tidak tergoyahkan), mudah sekali merasa tidak cukup baik.

Tapi ingat ini: orang yang sholat di sebelahmu dengan bacaan yang indah mungkin sudah sholat selama 20 atau 30 tahun. Dia sudah berlatih ribuan kali sholat. Kamu baru ada di bab pembuka kehidupan sholatmu. Membandingkan bab satumu dengan bab tiga puluh orang lain bukan hanya tidak adil bagi dirimu, tapi juga sama sekali melenceng dari intinya.

Allah tidak membandingkanmu dengan hamba-hamba-Nya yang lain. Dia melihat hatimu, usahamu, dan ketulusanmu. Seorang Muslim baru yang terbata-bata membaca Al-Fatihah dengan cinta yang tulus kepada Allah sedang menjalankan ibadah yang sangat indah. Jangan biarkan perbandingan mencuri manisnya sholatmu.

Tips Praktis yang Membantu dalam Segala Hal

Berikut beberapa cara umum yang akan membantumu memperbaiki sholat secara keseluruhan, apa pun kesalahan yang sedang kamu perbaiki.

  • Sholat secara rutin, meski belum sempurna. Kebiasaan sholat lima kali sehari lebih penting daripada langsung benar di setiap detail. Bangun rutinitasnya dulu. Penyempurnaan datang lewat pengulangan.
  • Pelajari satu hal dalam satu waktu. Jangan coba menghafal semuanya sekaligus. Kuasai Al-Fatihah, lalu tambahkan satu surah pendek, lalu pelajari dzikir (bacaan) saat rukuk dan sujud, dan seterusnya. Tambahkan pelajaranmu sedikit demi sedikit.
  • Cari teman sholat. Kalau kamu kenal Muslim lain, entah teman, pembimbing di masjid, atau seseorang yang kamu kenal secara online, tanyakan apakah dia mau sholat bersamamu dan dengan lembut membetulkan kesalahanmu. Belajar bersama orang lain jauh lebih mudah daripada belajar sendiri.
  • Bersikap lembutlah pada dirimu sendiri. Akan ada hari ketika sholat terasa indah, dan hari ketika sholat terasa seperti rutinitas. Keduanya wajar. Kuncinya adalah terus datang untuk sholat.
  • Pakai alat yang dibuat untuk orang yang sedang belajar. Revertly dibuat khusus untuk Muslim baru yang sedang belajar sholat. Setiap sholat diuraikan gerakan demi gerakan, dengan teks Arab, transliterasi, arti, dan audio, supaya kamu bisa belajar sesuai kecepatanmu tanpa merasa kewalahan. Panduan yang terarah menghilangkan banyak tebak-tebakan dan kecemasan.

Allah Melihat Usahamu

Kalau ada satu hal yang perlu kamu ingat dari tulisan ini, inilah dia: kesalahan dalam sholat bukan kegagalan. Kesalahan adalah bagian dari proses belajar, dan setiap Muslim pernah mengalaminya. Kenyataan bahwa kamu berdiri di hadapan Allah lima kali sehari, melakukan sebaik yang kamu bisa dengan apa yang kamu tahu, adalah sesuatu yang patut kamu syukuri.

Ada konsep yang indah dalam Islam: Allah memberi pahala atas niat dan usahamu, bukan hanya hasilnya. Kalau kamu berniat sholat dengan benar dan sudah berusaha sebaik mungkin, kamu mendapat pahala atas ketulusan itu meskipun pelaksanaannya belum sempurna. Dan selama kamu terus berlatih, pelaksanaannya akan membaik dengan sendirinya. Setiap sholat yang kamu kerjakan lebih baik dari sebelumnya, karena kamu bertumbuh di setiap sholat.

Jadi jangan biarkan rasa takut salah menghalangimu sholat. Sholatlah dengan apa pun yang kamu tahu. Sholatlah meski belum sempurna. Sholatlah dengan hati terbuka dan tangan terangkat, dan percayalah bahwa Dia yang kamu sembah melihat setiap tetes usaha yang kamu berikan. Itu sudah lebih dari cukup.

Belajar sholat, langkah demi langkah

Revertly membawa Muslim baru dari wudhu sampai sholat yang lengkap dalam tujuh hari.

Baca juga