Rukun Islam yang Lima, Dijelaskan dengan Sederhana
Rukun Islam adalah fondasi iman dan ibadah setiap Muslim. Inilah arti masing-masing rukun, dijelaskan dengan jelas untuk kamu yang baru mengenal Islam.
Oleh Benjamin · · 5 menit baca
Apa Itu Rukun Islam?
Rukun Islam yang lima adalah ibadah pokok yang dijaga setiap Muslim sepanjang hidupnya. Disebut “rukun” atau tiang karena kelimanya menjadi fondasi tempat seluruh agama ini berdiri, seperti tiang-tiang yang menyangga sebuah bangunan. Kalau satu dicabut, fondasinya melemah. Bersama-sama, kelimanya membentuk hidup yang seimbang dan bertujuan, yang berpusat pada iman, ibadah, kedermawanan, dan pengabdian.
Kalau kamu baru mengenal Islam, memahami rukun Islam memberimu peta yang jelas tentang apa artinya menjalankan agama ini. Kamu tidak perlu menguasai kelimanya dalam semalam. Anggap saja sebagai tujuan yang kamu bangun sedikit demi sedikit, dan masing-masing memperdalam hubunganmu dengan Allah dan makna hidupmu.
1. Syahadat: Pernyataan Iman
Syahadat adalah rukun yang paling mendasar dan langkah paling pertama untuk masuk Islam. Isinya pernyataan yang sederhana:
“Ash-hadu an la ilaha illallah, wa ash-hadu anna Muhammadan rasulullah.”
“Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”
Kalimat ini merangkum inti akidah Islam dalam dua bagian. Bagian pertama menegaskan tauhid: keesaan Allah yang mutlak. Hanya ada satu Pencipta, satu Pemelihara, dan satu-satunya yang layak disembah. Bagian kedua menegaskan bahwa Muhammad ﷺ adalah utusan Allah yang terakhir, yang diutus untuk menyampaikan dan mencontohkan ajaran Islam.
Saat seseorang mengucapkan syahadat dengan tulus dan meyakininya dalam hati, ia menjadi Muslim. Ini bukan ritual atau upacara yang panjang. Ini momen keyakinan yang jujur, dan bisa terjadi di mana saja. Banyak Muslim baru menyebutnya kalimat paling kuat yang pernah mereka ucapkan.
2. Sholat: Lima Waktu Sehari
Sholat adalah rukun kedua dan ibadah harian Islam yang paling terlihat. Umat Islam sholat lima kali sehari pada waktu-waktu tertentu: Subuh (fajar), Dzuhur (tengah hari), Ashar (sore), Maghrib (matahari terbenam), dan Isya (malam). Setiap sholat terdiri dari berdiri, rukuk, sujud, dan duduk dalam urutan tertentu sambil membaca ayat-ayat Al-Quran dan doa-doa lain dalam bahasa Arab.
Sholat adalah percakapan langsung dan pribadi dengan Allah, tanpa perantara. Sholat menyela harimu dengan saat-saat tenang dan mengingat Allah, menarikmu keluar dari hiruk-pikuk sehari-hari dan menghubungkanmu kembali dengan yang paling penting. Banyak Muslim merasakan sholat bukan sebagai beban, tapi sebagai jangkar, sesuatu yang memberi hari mereka susunan, ketenangan, dan tujuan.
Belajar sholat bisa terasa berat di awal karena ada bacaan Arab yang harus dihafal dan gerakan yang harus dipelajari. Tapi sebenarnya jauh lebih mudah dari kelihatannya. Setiap Muslim yang hidup hari ini pernah mempelajari langkah-langkah yang sama, dan aplikasi seperti Revertly memang dirancang untuk menuntun pemula melalui setiap sholat, gerakan demi gerakan, dengan teks Arab, transliterasi, dan audio, supaya kamu bisa belajar sesuai kecepatanmu.
3. Zakat: Berbagi Harta
Zakat adalah rukun ketiga, yaitu memberikan bagian tertentu dari hartamu kepada mereka yang membutuhkan. Zakat bukan kedermawanan pilihan atau sumbangan saat sedang ingin. Zakat adalah kewajiban dalam agama. Kata zakat berasal dari akar kata Arab yang berarti “menyucikan”, karena memberikan sebagian hartamu menyucikan sisanya dan menyucikan hatimu dari sifat serakah dan keterikatan pada harta.
Besarnya adalah 2,5% dari tabunganmu setiap tahun, dihitung dari harta yang sudah tersimpan selama satu tahun hijriah penuh di atas batas minimum yang disebut nisab. Zakat diberikan kepada golongan-golongan tertentu yang membutuhkan, termasuk fakir miskin, orang yang berutang, musafir yang kesulitan, dan golongan lain yang disebutkan dalam Al-Quran.
Kalau kamu baru masuk Islam dan belum punya tabungan yang cukup besar, mungkin zakat belum berlaku bagimu sekarang. Tapi memahami prinsipnya penting: Islam mengajarkan bahwa harta adalah titipan dari Allah, bukan milik kita sepenuhnya. Berbagi dengan mereka yang kekurangan bukan hanya dianjurkan; itu sudah menjadi bagian dari susunan agama ini.
4. Puasa: Berpuasa di Bulan Ramadan
Puasa (shaum) adalah rukun keempat, yaitu puasa tahunan di bulan Ramadan. Selama sebulan penuh, umat Islam menahan diri dari makan, minum, dan kebutuhan jasmani lainnya dari fajar sampai matahari terbenam setiap hari. Ini salah satu waktu yang paling dinantikan umat Islam di seluruh dunia.
Puasa jauh lebih dari sekadar tidak makan. Puasa melatih disiplin diri, empati, dan fokus rohani. Saat siklus makan dan minum yang terus-menerus hilang dari harimu, ada yang berubah. Kamu jadi lebih sadar, lebih banyak merenung, dan lebih mensyukuri nikmat yang biasanya dianggap biasa saja. Tegukan air pertama saat matahari terbenam menjadi salah satu saat paling nikmat yang bisa dibayangkan.
Ramadan juga punya sisi kebersamaan yang kuat. Keluarga berkumpul untuk sahur (makan sebelum fajar) dan berbuka (makan saat matahari terbenam). Masjid mengadakan sholat malam yang disebut tarawih. Sedekah bertambah. Ada rasa kebersamaan dan tujuan yang sulit digambarkan sebelum kamu mengalaminya sendiri.
Tidak semua orang wajib berpuasa. Orang yang sakit, sedang bepergian, hamil, menyusui, haid, atau lanjut usia mendapat keringanan, dan bisa mengganti hari yang ditinggalkan nanti atau memberi makan satu orang yang membutuhkan untuk setiap hari yang ditinggalkan. Islam tidak pernah memintamu menyakiti diri sendiri. Keringanan itu ada justru karena kesejahteraanmu penting.
5. Haji: Ziarah ke Makkah
Haji adalah rukun kelima dan terakhir: perjalanan ibadah ke kota suci Makkah di Arab Saudi yang wajib dilakukan setiap Muslim setidaknya sekali seumur hidup, asalkan mampu secara fisik dan finansial. Haji dilaksanakan pada waktu tertentu di bulan Dzulhijjah.
Saat haji, jutaan Muslim dari seluruh penjuru dunia berkumpul di satu tempat, memakai pakaian putih yang sederhana, dan melakukan ibadah yang sama berdampingan. Seorang raja berdiri di samping seorang buruh. Seorang dokter berjalan bersama seorang petani. Semua perbedaan harta, status, ras, dan kebangsaan dilepaskan. Semua orang setara di hadapan Allah.
Rangkaian ibadah haji antara lain mengelilingi Ka'bah (bangunan berbentuk kubus di tengah Masjidil Haram), berjalan antara bukit Shafa dan Marwah, berdiam (wukuf) di padang Arafah sambil berdoa, dan melempar jumrah, tiang-tiang yang melambangkan penolakan terhadap kejahatan. Ibadah-ibadah ini berakar pada Nabi Ibrahim dan keluarganya, menghubungkan umat Islam dengan tradisi yang berusia ribuan tahun.
Sebagai Muslim baru, haji mungkin terasa sebagai sesuatu yang masih jauh, dan itu tidak apa-apa. Haji adalah kewajiban sekali seumur hidup, dan tidak perlu terburu-buru. Saat waktunya tiba dan kamu mampu, haji akan menjadi salah satu pengalaman paling mengharukan dalam hidupmu. Banyak Muslim bercerita bahwa mereka pulang dari haji seperti menjadi orang yang benar-benar baru.
Bagaimana Kelima Rukun Saling Melengkapi
Yang membuat rukun Islam istimewa adalah cara kelimanya bekerja bersama sebagai satu kesatuan. Syahadat menetapkan apa yang kamu yakini. Sholat menjaga hubunganmu dengan Allah setiap hari. Zakat memastikan kamu peduli pada orang lain. Puasa mengajarkan disiplin dan rasa syukur setahun sekali. Dan haji, setidaknya sekali seumur hidup, mengingatkanmu bahwa kamu bagian dari sesuatu yang jauh lebih besar dari dirimu sendiri.
Bersama-sama, kelimanya menyentuh setiap sisi kehidupan manusia: keyakinan, ibadah, kedermawanan, pengendalian diri, dan kebersamaan. Rukun Islam bukan daftar centang yang harus diselesaikan terburu-buru. Rukun Islam adalah kerangka untuk menjalani hidup yang bermakna, kokoh, dan bertujuan.
Mulai dari Mana
Kalau kamu baru masuk Islam, kamu sudah menunaikan rukun pertama dengan bersyahadat. Langkah berikutnya adalah mulai belajar sholat lima waktu. Inilah rukun yang paling sering kamu jalankan, dan sholat menjadi jangkar bagi semua yang lain. Mulailah dari situ, bersabarlah dengan dirimu sendiri, dan biarkan sisanya menyusul dengan sendirinya.
Kalau kamu ingin cara belajar yang teratur dan ramah pemula untuk mempelajari setiap sholat langkah demi langkah, Revertly dibuat tepat untuk tahap ini. Revertly menuntunmu melalui setiap gerakan, setiap bacaan, dan setiap sholat, supaya kamu tidak pernah merasa tersesat atau kewalahan saat membangun fondasimu.
Belajar sholat, langkah demi langkah
Revertly membawa Muslim baru dari wudhu sampai sholat yang lengkap dalam tujuh hari.