Apa itu dan dari mana asalnya
Perisa sering dilarutkan dalam etanol karena banyak perisa larut dalam alkohol tetapi tidak dalam air. Setetes perisa dalam satu kue utuh atau satu minuman hanya meninggalkan sisa yang sangat sedikit. Alkohol yang dipakai biasanya dibuat dari biji-bijian, gula atau secara sintetis, bukan dari wine.
Pendapat ulama
- Banyak ulama dan lembaga sertifikasi masa kini, termasuk otoritas halal Malaysia dan Indonesia: alkohol yang bukan dari wine, dipakai sebagai pembawa dan hanya tersisa sedikit sekali sehingga tidak bisa memabukkan, diterima, dalam batas yang ditetapkan.
- Mazhab Hanafi: Imam Abu Hanifah dan Abu Yusuf membedakan minuman dari anggur dan kurma (khamar) dari alkohol lain, dan banyak ulama Hanafi menerapkan hal ini pada alkohol sintetis atau alkohol dari biji-bijian dalam jumlah yang sangat kecil.
- Ulama yang lebih ketat: alkohol tambahan apa pun membuat makanan itu syubhat, apa pun sumber dan jumlahnya.
Di mana kamu menemukannya
Minuman ringan, permen, es krim, kue, cokelat dan yoghurt dengan perisa tambahan.
Apa yang perlu dicek di label
Label sering hanya menulis "perisa", tanpa bahan pembawanya. Logo halal sudah menjawabnya. Sebagian produsen memakai gliserin atau propilen glikol sebagai pembawa.
Ini panduan, bukan fatwa. Resep bisa berubah, jadi cek labelnya, cari sertifikasi halal, dan tanyakan kepada imam atau ustaz di tempatmu untuk masalah yang diperselisihkan ulama.