Serangga dan tepung serangga

Makan serangga halal atau haram?

Ulama berbeda pendapat

Ulama berbeda pendapat, kecuali tentang belalang, yang halal menurut semua ulama. Sebagian besar ulama Hanafi, Syafi'i dan Hanbali tidak membolehkan serangga lain. Ulama Maliki membolehkannya jika dimatikan dengan benar dan tidak membahayakan.

"Ulama berbeda pendapat" berarti ulama yang diakui memegang pendapat yang berbeda. Pendapat-pendapat utamanya ada di bawah. Ikuti ulama atau mazhab yang kamu percaya, dan tanyakan kepada imam atau ustazmu jika kamu ragu.

Apa itu dan dari mana asalnya

Produk serangga seperti tepung jangkrik, ulat hongkong dan belalang kini dijual sebagai makanan di Eropa. Belalang halal berdasarkan hadis yang jelas. Untuk semua serangga lain, mazhab-mazhab berbeda pendapat.

Pendapat ulama

  • Belalang: halal menurut semua mazhab. Sebuah hadis dalam Bukhari dan Muslim menyebutkan bahwa para sahabat makan belalang bersama Nabi.
  • Mazhab Hanafi: semua serangga lain tidak boleh dimakan.
  • Mazhab Syafi'i dan Hanbali: sebagian besar serangga lain termasuk hal yang menjijikkan (khaba'its) dan tidak boleh dimakan.
  • Mazhab Maliki: serangga boleh dimakan jika dimatikan dengan niat untuk dimakan dan tidak membahayakan.

Di mana kamu menemukannya

Tepung serangga dalam protein bar, pasta, cracker dan roti, camilan serangga, dan pewarna karmin (E120).

Apa yang perlu dicek di label

Di Uni Eropa, bahan dari serangga wajib disebut namanya, misalnya "bubuk jangkrik rumah yang sebagian lemaknya dihilangkan" atau "ulat hongkong".

Ini panduan, bukan fatwa. Resep bisa berubah, jadi cek labelnya, cari sertifikasi halal, dan tanyakan kepada imam atau ustaz di tempatmu untuk masalah yang diperselisihkan ulama.

Terkait

Semua bahan dan nomor E

Belajar salat dari nol

Revertly mengajari mualaf wudu dan kelima salat langkah demi langkah, dengan audio untuk setiap kata. Tidak mampu membayar? Minta kode gratis