Apa itu dan dari mana asalnya
Kecap asin yang difermentasi secara alami dibuat dengan memfermentasi kedelai, gandum dan garam selama berbulan-bulan. Fermentasi ini menghasilkan sedikit alkohol, biasanya paling banyak beberapa persen, dan sebagian merek menambahkan alkohol sebagai pengawet. Kecap asin dipakai dalam jumlah kecil dan tidak memabukkan. Sebagian kecap asin murah dibuat lewat hidrolisis kimia dan tidak mengandung alkohol.
Pendapat ulama
- Banyak ulama dan lembaga sertifikasi halal: alkohol yang terbentuk secara alami saat fermentasi, dalam saus yang dipakai sedikit dan tidak bisa memabukkan, tidak membuatnya haram.
- Ulama yang lebih ketat: hindari kecap asin yang mengandung alkohol, terutama jika alkoholnya ditambahkan.
Di mana kamu menemukannya
Masakan Asia, bumbu rendaman, teriyaki, mi instan, keripik kentang dan saus.
Apa yang perlu dicek di label
Cari logo halal: beberapa merek besar menjual kecap asin bersertifikat halal. Jika "alkohol" tercantum sebagai bahan tambahan, banyak orang menghindarinya.
Ini panduan, bukan fatwa. Resep bisa berubah, jadi cek labelnya, cari sertifikasi halal, dan tanyakan kepada imam atau ustaz di tempatmu untuk masalah yang diperselisihkan ulama.