Apa bacaan ini dan kapan dibaca
Inilah qunut yang diajarkan Nabi ﷺ kepada cucunya, al-Hasan bin Ali, untuk dibaca dalam sholat witir. Dalam mazhab Syafi’i, yang diikuti kebanyakan Muslim Indonesia, doa ini juga dibaca di rakaat kedua sholat Subuh, setelah bangkit dari rukuk. Dalam mazhab Hanbali, doa ini dibaca saat witir.
Mazhab Hanafi membaca qunut lain saat witir, "Allāhumma innā nasta‘īnuka", yang punya halaman sendiri. Keduanya sahih. Ikuti praktik mazhabmu atau masjid di tempatmu.
Ketika imam membacanya dengan suara keras untuk jamaah, ia mengucapkan "ihdinā" (bimbinglah kami) dalam bentuk jamak, dan makmum di belakangnya mengucapkan "Amin".
Baca panduan lengkapnya: Apa itu sholat sunnah, dan apakah aku harus mengerjakannya?
Cara menghafalnya
- Baca seluruh teksnya sekali bersama artinya, supaya kamu tahu apa yang kamu ucapkan.
- Hafalkan satu baris dulu. Ucapkan dengan suara sampai lancar, lalu tambahkan baris berikutnya.
- Sembunyikan kata-katanya sedikit demi sedikit: huruf pertama saja, lalu tidak ada sama sekali. Ketuk barisnya kalau perlu melihat.
- Langsung pakai dalam sholatmu. Mengulanginya lima kali sehari itulah yang membuatnya melekat.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah qunut Subuh wajib?
Tidak. Dalam mazhab Syafi’i, qunut Subuh adalah sunnah yang sangat dianjurkan. Mazhab Maliki membaca qunut pelan saat Subuh dengan kata-kata lain. Mazhab Hanafi dan Hanbali tidak membacanya saat Subuh kecuali di masa sulit. Jika kamu sholat di belakang imam yang membacanya, ikutilah dia.
Bolehkah aku menambahkan bacaan lain?
Banyak orang, termasuk di Indonesia, menambahkan "fa lakal-ḥamdu ‘alā mā qaḍait" dan sholawat kepada Nabi di akhir. Inti yang diajarkan dalam hadis adalah teks di halaman ini.
Dengarkan setiap kata
Revertly mengajari muallaf sholat dari nol, dengan bacaan audio untuk setiap baris, jadi kamu belajar bagaimana bunyinya, bukan hanya tulisannya. Tidak mampu membelinya? Minta kode gratis.