Doa qunut witir (Hanafi): Allāhumma innā nasta‘īnuka

Doa Qunut Witir (Hanafi)

Diriwayatkan dari Umar bin Khattab (al-Baihaqi, as-Sunan al-Kubra; Ibnu Abi Syaibah)

  1. 1

    اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَعِينُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ وَنَسْتَهْدِيكَ

    Allāhumma innā nasta‘īnuka wa nastagfiruka wa nastahdīk

    Ya Allah, kami memohon pertolongan-Mu, memohon ampunan-Mu, dan memohon bimbingan-Mu

  2. 2

    وَنُؤْمِنُ بِكَ وَنَتُوبُ إِلَيْكَ

    Wa nu’minu bika wa natūbu ilaik

    Kami beriman kepada-Mu dan bertobat kepada-Mu

  3. 3

    وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْكَ وَنُثْنِي عَلَيْكَ الْخَيْرَ كُلَّهُ

    Wa natawakkalu ‘alaika wa nuṡnī ‘alaikal-khaira kullah

    Kami bertawakal kepada-Mu, dan kami memuji-Mu dengan segala kebaikan

  4. 4

    نَشْكُرُكَ وَلَا نَكْفُرُكَ

    Nasykuruka wa lā nakfuruk

    Kami bersyukur kepada-Mu dan tidak mengingkari nikmat-Mu

  5. 5

    وَنَخْلَعُ وَنَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُكَ

    Wa nakhla‘u wa natruku may yafjuruk

    Kami meninggalkan dan menjauhi siapa pun yang durhaka kepada-Mu

  6. 6

    اللَّهُمَّ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَكَ نُصَلِّي وَنَسْجُدُ

    Allāhumma iyyāka na‘budu wa laka nuṣallī wa nasjud

    Ya Allah, hanya Engkau yang kami sembah, untuk-Mu kami sholat dan bersujud

  7. 7

    وَإِلَيْكَ نَسْعَىٰ وَنَحْفِدُ

    Wa ilaika nas‘ā wa naḥfid

    kepada-Mu kami bersegera dan bersungguh-sungguh

  8. 8

    نَرْجُو رَحْمَتَكَ وَنَخْشَىٰ عَذَابَكَ

    Narjū raḥmataka wa nakhsyā ‘ażābak

    Kami mengharap rahmat-Mu dan takut akan azab-Mu

  9. 9

    إِنَّ عَذَابَكَ بِالْكُفَّارِ مُلْحِقٌ

    Inna ‘ażābaka bil-kuffāri mulḥiq

    Sungguh, azab-Mu pasti menimpa orang-orang yang menolak iman

Arti: Artinya dalam kata-kata sederhana, baris demi baris. Ini bukan terjemahan kata per kata.

Hafalkan

Kata
Berlatih dengan
Tampilan

Ketuk satu baris untuk membukanya.

0 dari 9 baris sudah hafal

Apa bacaan ini dan kapan dibaca

Dalam mazhab Hanafi, inilah qunut yang dibaca di rakaat ketiga sholat witir: setelah membaca surat, kamu mengucapkan "Allahu Akbar", mengangkat tangan, bersedekap lagi, dan membaca doa ini, lalu rukuk. Doa ini diriwayatkan dari Umar bin Khattab.

Mazhab Syafi’i dan Hanbali membaca "Allāhummahdinī fīman hadait" saat witir, yang punya halaman sendiri, dan mazhab Maliki membaca kata-kata ini dalam qunut Subuh. Jika kamu belum hafal doa ini, ulama Hanafi membolehkan doa pendek seperti "Rabbanā ātinā" sampai kamu menghafalnya.

Baca panduan lengkapnya: Apa itu sholat sunnah, dan apakah aku harus mengerjakannya?

Cara menghafalnya

  1. Baca seluruh teksnya sekali bersama artinya, supaya kamu tahu apa yang kamu ucapkan.
  2. Hafalkan satu baris dulu. Ucapkan dengan suara sampai lancar, lalu tambahkan baris berikutnya.
  3. Sembunyikan kata-katanya sedikit demi sedikit: huruf pertama saja, lalu tidak ada sama sekali. Ketuk barisnya kalau perlu melihat.
  4. Langsung pakai dalam sholatmu. Mengulanginya lima kali sehari itulah yang membuatnya melekat.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah qunut witir wajib?

Dalam mazhab Hanafi, qunut witir wajib (harus dibaca) sepanjang tahun. Dalam mazhab Hanbali hukumnya sunnah sepanjang tahun, mazhab Syafi’i membacanya saat witir di paruh kedua Ramadan, dan mazhab Maliki tidak membaca qunut saat witir.

Mengapa doanya ada dua bagian?

Doa ini punya dua bagian, masing-masing dimulai dengan "Allāhumma". Hafalkan bagian pertama, lalu bagian kedua: doanya panjang, tetapi barisnya pendek.

Dengarkan setiap kata

Revertly mengajari muallaf sholat dari nol, dengan bacaan audio untuk setiap baris, jadi kamu belajar bagaimana bunyinya, bukan hanya tulisannya. Tidak mampu membelinya? Minta kode gratis.