Apa bacaan ini dan kapan dibaca
Dalam mazhab Hanafi, inilah qunut yang dibaca di rakaat ketiga sholat witir: setelah membaca surat, kamu mengucapkan "Allahu Akbar", mengangkat tangan, bersedekap lagi, dan membaca doa ini, lalu rukuk. Doa ini diriwayatkan dari Umar bin Khattab.
Mazhab Syafi’i dan Hanbali membaca "Allāhummahdinī fīman hadait" saat witir, yang punya halaman sendiri, dan mazhab Maliki membaca kata-kata ini dalam qunut Subuh. Jika kamu belum hafal doa ini, ulama Hanafi membolehkan doa pendek seperti "Rabbanā ātinā" sampai kamu menghafalnya.
Baca panduan lengkapnya: Apa itu sholat sunnah, dan apakah aku harus mengerjakannya?
Cara menghafalnya
- Baca seluruh teksnya sekali bersama artinya, supaya kamu tahu apa yang kamu ucapkan.
- Hafalkan satu baris dulu. Ucapkan dengan suara sampai lancar, lalu tambahkan baris berikutnya.
- Sembunyikan kata-katanya sedikit demi sedikit: huruf pertama saja, lalu tidak ada sama sekali. Ketuk barisnya kalau perlu melihat.
- Langsung pakai dalam sholatmu. Mengulanginya lima kali sehari itulah yang membuatnya melekat.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah qunut witir wajib?
Dalam mazhab Hanafi, qunut witir wajib (harus dibaca) sepanjang tahun. Dalam mazhab Hanbali hukumnya sunnah sepanjang tahun, mazhab Syafi’i membacanya saat witir di paruh kedua Ramadan, dan mazhab Maliki tidak membaca qunut saat witir.
Mengapa doanya ada dua bagian?
Doa ini punya dua bagian, masing-masing dimulai dengan "Allāhumma". Hafalkan bagian pertama, lalu bagian kedua: doanya panjang, tetapi barisnya pendek.
Dengarkan setiap kata
Revertly mengajari muallaf sholat dari nol, dengan bacaan audio untuk setiap baris, jadi kamu belajar bagaimana bunyinya, bukan hanya tulisannya. Tidak mampu membelinya? Minta kode gratis.