Apa bacaan ini dan kapan dibaca
Sholawat Ibrahimiyah memohon kepada Allah agar melimpahkan sholawat dan berkah kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Para sahabat bertanya kepada Nabi ﷺ bagaimana cara bersholawat kepadanya, lalu beliau mengajarkan kata-kata ini.
Kamu membacanya di tahiyat akhir setiap sholat, setelah tasyahud dan sebelum salam. Sholawat ini tidak dibaca di tahiyat awal sholat tiga atau empat rakaat.
Baca panduan lengkapnya: Apa itu tasyahud dan apa bacaannya?
Cara menghafalnya
- Baca seluruh teksnya sekali bersama artinya, supaya kamu tahu apa yang kamu ucapkan.
- Hafalkan satu baris dulu. Ucapkan dengan suara sampai lancar, lalu tambahkan baris berikutnya.
- Sembunyikan kata-katanya sedikit demi sedikit: huruf pertama saja, lalu tidak ada sama sekali. Ketuk barisnya kalau perlu melihat.
- Langsung pakai dalam sholatmu. Mengulanginya lima kali sehari itulah yang membuatnya melekat.
Pertanyaan yang sering diajukan
Bolehkah aku membaca sholawat yang lebih pendek selama belajar?
Boleh. Selama belajar, "Allāhumma ṣalli ‘alā Muḥammad" adalah awal yang baik. Tambahkan barisnya satu per satu sampai kamu hafal semuanya.
Apakah ada redaksi lain?
Ya, ada beberapa redaksi yang sahih dengan sedikit perbedaan, dan di Indonesia sering dibaca dengan tambahan seperti "sayyidinā". Redaksi dari Shahih al-Bukhari ini adalah yang paling luas diajarkan.
Dengarkan setiap kata
Revertly mengajari muallaf sholat dari nol, dengan bacaan audio untuk setiap baris, jadi kamu belajar bagaimana bunyinya, bukan hanya tulisannya. Tidak mampu membelinya? Minta kode gratis.