Apa bacaan ini dan kapan dibaca
Tasyahud adalah bacaan saat duduk dalam sholat. Dimulai dengan "At-taḥiyyātu lillāh" dan diakhiri dengan syahadat. Redaksi ini diajarkan Nabi ﷺ kepada Abdullah bin Mas’ud, yang berkata bahwa beliau mengajarkannya seperti mengajarkan satu surat Al-Qur’an.
Dalam sholat dua rakaat kamu membacanya sekali, di akhir. Dalam sholat tiga dan empat rakaat kamu membacanya dua kali: di tahiyat awal setelah rakaat kedua, lalu di tahiyat akhir, yang disusul dengan sholawat.
Baca panduan lengkapnya: Apa itu tasyahud dan apa bacaannya?
Cara menghafalnya
- Baca seluruh teksnya sekali bersama artinya, supaya kamu tahu apa yang kamu ucapkan.
- Hafalkan satu baris dulu. Ucapkan dengan suara sampai lancar, lalu tambahkan baris berikutnya.
- Sembunyikan kata-katanya sedikit demi sedikit: huruf pertama saja, lalu tidak ada sama sekali. Ketuk barisnya kalau perlu melihat.
- Langsung pakai dalam sholatmu. Mengulanginya lima kali sehari itulah yang membuatnya melekat.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa beda tahiyat awal dan tahiyat akhir?
Kata-katanya sama. Di tahiyat awal kamu hanya membaca tasyahud lalu berdiri. Di tahiyat akhir kamu membaca tasyahud, lalu sholawat (Allāhumma ṣalli), lalu doa pendek jika mau, lalu salam.
Apakah redaksinya sama di setiap mazhab?
Ada beberapa redaksi yang sahih dengan sedikit perbedaan, misalnya riwayat Ibnu Abbas yang diutamakan mazhab Syafi’i dan banyak dibaca di Indonesia: "At-taḥiyyātul-mubārakātuṣ-ṣalawātuṭ-ṭayyibātu lillāh". Redaksi Ibnu Mas’ud di sini adalah yang paling luas diajarkan. Semuanya benar.
Apakah aku mengangkat jari telunjuk?
Banyak orang mengangkat telunjuk kanan saat "Asyhadu allā ilāha illallāh" sebagai tanda keesaan Allah. Mazhab-mazhab menjelaskannya sedikit berbeda, jadi ikuti apa yang diajarkan imam di tempatmu.
Dengarkan setiap kata
Revertly mengajari muallaf sholat dari nol, dengan bacaan audio untuk setiap baris, jadi kamu belajar bagaimana bunyinya, bukan hanya tulisannya. Tidak mampu membelinya? Minta kode gratis.