Apa bacaan ini dan kapan dibaca
Subḥānaka, disebut juga ṡanā’ atau doa iftitah (doa pembuka), dibaca pelan di awal sholat, setelah takbiratul ihram dan sebelum Al-Fatihah. Kamu membacanya hanya di rakaat pertama.
Doa ini sunnah, bukan rukun: sholat tetap sah tanpanya. Dalam mazhab Hanafi dan Hanbali, inilah doa pembuka yang biasa dibaca. Mazhab Syafi’i biasanya mengajarkan doa pembuka lain, "Wajjahtu wajhiya", yang juga banyak dibaca di Indonesia, sedangkan dalam praktik mazhab Maliki orang langsung membaca Al-Fatihah. Semuanya baik.
Baca panduan lengkapnya: Apa yang dibaca di setiap gerakan sholat?
Cara menghafalnya
- Baca seluruh teksnya sekali bersama artinya, supaya kamu tahu apa yang kamu ucapkan.
- Hafalkan satu baris dulu. Ucapkan dengan suara sampai lancar, lalu tambahkan baris berikutnya.
- Sembunyikan kata-katanya sedikit demi sedikit: huruf pertama saja, lalu tidak ada sama sekali. Ketuk barisnya kalau perlu melihat.
- Langsung pakai dalam sholatmu. Mengulanginya lima kali sehari itulah yang membuatnya melekat.
Pertanyaan yang sering diajukan
Kapan doa iftitah ini dibaca?
Sekali, di rakaat pertama, tepat setelah "Allahu Akbar" dan sebelum kamu membaca ta’awudz dan Al-Fatihah. Bacalah pelan, juga ketika sholat berjamaah di belakang imam.
Bagaimana kalau aku lupa membacanya?
Sholatmu tetap sah. Doa ini sunnah, jadi kamu cukup melanjutkan sholat.
Dengarkan setiap kata
Revertly mengajari muallaf sholat dari nol, dengan bacaan audio untuk setiap baris, jadi kamu belajar bagaimana bunyinya, bukan hanya tulisannya. Tidak mampu membelinya? Minta kode gratis.